SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana(Dinkes P2KB) Kota Mojokerto mencetak prestasi gemilang dengan meraih juara 1 dalam Lomba Mojo Indah (Mojokerto Inovasi Daerah) tahun 2025 kategori OPD.
Dinas yang dinahkodai dr.Farida Mariana ini menjadi jawara melalui inovasi KENCANA MOJO atau akronim dari Kegiatan Cegah Penyakit Tidak Menular Non Stop Kota Mojokerto.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026
Inovasi ini digadang menjadi solusi untuk deteksi dini dan pemantauan kesehatan masyarakat di Kota Mojokerto.
Tropi penghargaan diberikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam acara Penganugerahan Lomba Mojo Indah Tahun 2025 dan Evaluasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2024 di Pendopo Sabha Krida Tama, Kamis (23/5/2025).
Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), masyarakat umum hingga lembaga pendidikan yang berkontribusi dalam menumbuhkan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat.
Melalui ajang ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan ide-ide cemerlang dalam meningkatkan layanan dan fasilitas terbaik bagi masyarakat Kota Mojokerto.
Dalam sambutannya, Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang berkontribusi melahirkan inovasi terbaiknya sebagai sumbangsih untuk Kota Mojokerto tercinta.
Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP
"Selamat kepada para pemenang Lomba Inovasi Daerah, baik dari OPD maupun perorangan. Kemenangan ini menandakan jika inovasi tersebut membawa dampak positif, nyata, terukur serta ada kebermanfaatan dan nilai ibadah di dalamnya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kota Mojokerto, dr. Farina Mariana mengaku bersyukur atas capaian ini. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik seluruh jajaran di dinas yang dinaunginya.
"Ini menjadi bukti dari kesuksesan tim dalam mencapai tujuan bersama," tukasnya.
dr Farida menjelaskan, inovasi Kencana Mojo dihadirkan untuk menjadi solusi deteksi dini dan pemantauan kesehatan masyarakat di Kota Mojokerto.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD
“Program ini dilaksanakan secara berkesinambungan dalam upaya penanganan secara dini kasus Penyakit tidak menular dan komplikasinya,” kata dr Farida.
Kegiatan KENCANA MOJO meliputi pemeriksaan deteksi dini penyakit tidak menular secara door to door oleh Prameswari, melalui Posbindu di masyarakat, pegawai ASN dan non ASN pada OPD di Kota Mojokerto.
Selain itu diadakan pemeriksaan EKG bagi yang berisiko, deteksi dini kanker leher rahim melalui pemeriksaan IVA, serta pemantauan kesehatan dan deteksi dini melalui posbindu ASN dan Non ASN di Kota Mojokerto.
“Program Inovasi KENCANA MOJO telah terlaporkan secara digital melalui aplikasi GAYATRI,” pungkasnya. Dwi
Editor : Moch Ilham