DKPP Kota Blitar Sidak Mendadak, Temukan Sapi LSD - Kambing Cacingan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Penjualan sapi di pasar hewan Kota Blitar, Jawa Timur. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Hewan Dimoro. Hasilnya, mereka menemukan sapi dan kambing yang terjangkit cacingan.

"Hari ini kami, petugas dari DKPP melakukan pemeriksaan pada sejumlah sapi dan kambing di Pasar Hewan Dimoro. Tujuannya untuk memastikan hewan kurban yang dijual belikan dalam keadaan sehat dan aman dikonsumsi," kata Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, Rabu (04/06/2025).

Baca juga: Trauma Wabah PMK, Pedagang Daging Sapi di Pasuruan Sepakat Naikkan Harga

Sebanyak ratusan sapi dan kambing dibawa ke Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar yang turut melakukan pemeriksaan pada hewan untuk kurban tersebut ditemukan diantaranya seekor sapi dengan LSD (lumpy skin disease) dan 15 ekor kambing dengan penyakit osmosis, seperti cacingan.

"Ada 1 ekor sapi dengan LSD, langsung kami sterilisasi dan lakukan disinfektan pada area itu. Pemilik juga kami minta membawa pulang sapi tersebut, karena dari luar kota Blitar. Kemudian untuk kambing, ada 15 ekor dengan penyakit osmosis atau noninfeksius," jelasnya.

Baca juga: Tekan Penularan PMK, DKPP Kota Madiun Gencarkan Vaksinasi Hewan Ternak Warga

Lebih lanjut, petugas memberikan imbauan kepada pemilik atau pedagang hewan yang terinfeksi penyakit. Seperti memberikan obat maupun vitamin meskipun penyakit hewan itu tidak menular.

Sementara itu, Dewi memastikan kebutuhan hewan kurban di Kota Blitar tercukupi. Berdasarkan data 2024, ada sekitar 571 ekor sapi dan 1.142 ekor kambing yang tercacat sebagai hewan kurban.

Baca juga: Pasca Libur Idul Adha, Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Jombang Melandai

"Tahun ini harapan kami ada peningkatan pada hewan kurban. Kami sudah siapkan 60 orang petugas untuk nanti diterjunkan saat kurban. Kemudian untuk stok hewan kurban kami pastikan aman," tandasnya. bl-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru