Jelang HUT ke-80, Perajin Asal Jombang Sulap Limbah Jadi Kostum Karnaval

surabayapagi.com
Perajin asal Jombang menyulap limbah rumah tangga menjadi properti kostum karnaval HUT ke-80 RI. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menjelang perayaan HUT RI ke-80, banyak dimanfaatkan banyak kalangan, khususnya bagi perajin. Diantaranya, untuk properti karnaval di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Dan salah satu perajin tersebut bernama Samiaji (47), warga Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Ia telah menekuni usaha membuat properti kostum karnaval dari limbah rumah tangga sejak lima tahun lalu.

Baca juga: Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi

Berkat keahliannya, ia kebanjiran pesanan. Dalam kreasinya, pihaknya memanfaatkan limbah rumah tangga seperti wadah plastik, wadah pasta gigi, dan kaleng minuman untuk dijadikan properti kostum karnaval. Semua bahan dirangkai menjadi satu, sehingga menghasilkan kostum yang unik dan menarik.

Sementara itu, untuk proses pengerjaan dimulai dengan membersihkan bahan, lalu memotong sesuai model yang diinginkan. Selanjutnya, properti dirangkai sesuai permintaan pemesan, baik untuk kostum raja, ratu, maupun model lainnya.

Baca juga: Dongkrak Produksi Pangan, Jombang Ajukan 84 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi untuk Ribuan Petani

“Ini permintaan pelanggan, minta kostum karnaval dari sampah, seperti kaleng minuman, wadah pasta gigi, dan plastik yang tidak terpakai,” ujarnya, Minggu (10/08/2025).

Samiaji mengaku, selama Agustus ini permintaan meningkat hingga 50%. Tidak hanya dari Jombang, pesanan juga datang dari kota dan kabupaten lain di sekitarnya.

Baca juga: Imbas PHK, Disnaker Jombang Catat 14 Laporan Perselisihan Selama Periode 2025

“Alhamdulillah, selain pesanan dari Jombang, ada juga dari sejumlah kota lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, untuk hasil kreasinya, dijual mulai dari Rp 400.000 tergantung model dan tingkat kesulitan. Waktu pengerjaan pun bervariasi, mulai dari hitungan hari hingga minggu. “Lumayan, satu properti bisa terjual Rp 400.000 hingga jutaan rupiah, tergantung bahan dan kesulitannya,” pungkas Samiaji. jb-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru