SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai wujud antisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang rawan terjadi seiring memasuki musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB setempat menghimbau dan mengingatkan warga agar giat kembali melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus.
"Musim hujan memunculkan banyak tempat perindukan nyamuk di luar rumah. Karenanya, kewaspadaan harus ditingkatkan tidak hanya di dalam rumah, namun juga di lingkungan sekitar rumah," ungkap Subkoordinator Pengelolaan Pelayanan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes PPKB Kota Madiun Tri Wahyuning Novitasari, Jumat (24/10/2025), Jumat (24/10/2025).
Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus
"PSN 3M plus, yaitu menguras bak kamar mandi, menutup tempat penampungan air, serta mengubur wadah yang bisa menjadi tempat genangan air di sekitar rumah. Plusnya apa, ya seperti memakai lotion antinyamuk, memasang kelambu di tempat tidur, menanam tumbuhan yang tidak disukai nyamuk," imbuhnya.
Pasalnya, pemberantasan sarang nyamuk sangat efektif untuk memutus rantai kehidupan nyamuk pembawa virus dengue. Sehingga penyebaran penyakit demam berdarah dengue dapat dicegah.
Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk
Selain itu, diketahui, kasus demam berdarah dengue di Kota Madiun pada tahun 2025 memang menurun drastis jika dibanding tahun lalu. Hingga 21 Oktober 2025 tercatat ada sebanyak 146 kasus DBD. Sementara hingga bulan yang sama pada 2024 tercatat ada sebanyak 586 kasus. Meskipun menurun dibanding tahun lalu, bukan berarti tidak waspada.
Dan melalui puskesmas dan kantor kelurahan, Dinkes Kota Madiun aktif melakukan sosialisasi wajib dan pentingnya masyarakat menggalakkan PSN dengan menggiatkan 3M plus.
Baca juga: Dorong Minat Belajar, Pemkot Madiun Manfaatkan 20 Angkutan Sekolah Gratis
Lebih lanjut, pihaknya juga gencar melaksanakan pengasapan atau fogging. Setidaknya sejauh ini sudah dilakukan 16 kali pengasapan di sejumlah titik selama 2025. Terbanyak di wilayah Kelurahan Mojorejo dengan empat kali. md-02/dsy
Editor : Desy Ayu