Tingkatkan Produktivitas, Pemkab Situbondo Berikan Pelatihan Petani Tembakau

surabayapagi.com
Kegiatan pelatihan pasca panen petani tembakau di Situbondo, Jawa Timur. SP/ STB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya meningkatkan keterampilan proses pascapanen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, berkomitmen dalam memberikan pelatihan kepada petani tembakau, yang sudah berlangsung sejak bulan September 2025, dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai hasil Tembakau atau DBHCHT.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di beberapa wilayah penghasil tembakau, di antaranya di Kecamatan Suboh, Melandingan, Sumbermalang, Banyuglugur, Jatibanteng, Sumbermalang dan Kecamatan Besuki.

Baca juga: Mitigasi Bencana Banjir, Pemkab Situbondo Gercep Kampanyekan Bersih Sampah ke Sekolah

Dalam program pelatihan tersebut diantaranya mulai dari perajangan tembakau hingga pengeringan daun tembakau yang baik dan benar. Sehingga, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan para petani tembakau di "Kota Santri" itu mampu mengelola hasil panen tembakau dengan dengan teknik yang lebih efisien dan memiliki nilai ekonomi tinggi melalui pelatihan meningkatkan keterampilan petani.

"Di sisi lain, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi tembakau," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo Dadang Aries Bintoro, Jumat (21/11/2025).

Baca juga: Antisipasi Potensi Luapan Banjir, Pemkab Situbondo Masifkan Normalisasi Sungai

Selain itu, pelatihan bagi petani tembakau ini, juga menjadi strategi jangka panjang untuk menyiapkan petani tembakau yang mampu menyesuaikan kebutuhan pasar. Melalui pelatihan ini petani diharapkan pula tidak hanya sebagai penghasil tembakau, namun juga mampu mengolah produk sesuai standar mutu.

"DBHCHT ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat dalam hal ini petani tembakau. Selain pelatihan teknik pengolahan tembakau pascapanen, mereka juga mendapatkan materi mengenai kebijakan pemerintah terkait pupuk subsidi serta standar mutu tembakau nasional," kata Dadang.

Baca juga: Fokus Revitalisasi Kawedanan Besuki, Pemkab Situbondo Anggarkan Rp6,4 Miliar

Disatu sisi, pemerintah daerah setempat akan membangun pasar khusus tembakau di Kecamatan Besuki. Dan nantinya pembangunan pasar tembakau di wilayah barat Situbondo itu akan menjadi pusat perdagangan hasil tembakau dan sekaligus memperpendek rantai distribusi serta memperluas penjualan hasil tembakau.

Tak hanya sampai disitu, Pemkab Situbondo berkomitmen terus mengarahkan dana cukai hasil tembakau untuk program-program yang berdampak langsung terhadap petani tembakau yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. st-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru