SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Warga di sekitar hutan jati Kecamatan Temayang, Bojonegoro sedang menikmati berburu jamur di musim hujan untuk dijadikan hiburan sekaligus dimanfaatkan untuk mengisi waktu, bahkan menjadi sumber pendapatan. Pasalnya, jamur ini cukup sulit ditemukan dan hanya tumbuh pada musim penghujan.
Berburu jamur barat menjadi aktivitas rutin yang dinikmati warga di sekitar hutan jati Bojonegoro, mulai anak-anak hingga ibu-ibu, semua antusias mencari jamur barat yang tumbuh di bawah pohon jati, bahkan beberapa warga berburu jamur usai Salat Subuh.
Baca juga: Rumah Warga di Bojonegoro Rusak Diterjang Banjir Bandang dan Angin Kencang
"Pagi hari sehabis subuh. Ada juga yang memulai cari jamur barat pukul 02.00 WIB dini hari," jelas Fauzi (30), Senin (29/12/2025).
Lebih lanjut, Fauzi menambahkan, tidak semua pencari jamur mengetahui lokasi tumbuhnya jamur barat. Mereka yang tidak berpengalaman seringkali pulang dengan tangan kosong setelah berjam-jam mencari di hutan.
Hal itu karena mencari jamur ini membutuhkan ketelitian dan pengalaman. Aktivitas ini bukan hanya sekadar mencari bahan pangan, tetapi juga menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Baca juga: Warga di Pasuruan Was-was, Musim Hujan Picu Ular dan Biawak Masuk Permukiman
"Kalau tidak paham tempat dan waktunya, pasti sulit ketemu ya. Biasanya, warga masuk hutan sejak pagi hari, menyusuri area yang dianggap langganan tumbuhnya jamur barat," imbuh Fauzi.
Sedangkan bagi warga Temayang yang berhasil menemukan jamur barat rata-rata dapat membawa pulang satu hingga dua kilogram jamur menjelang siang hari. Lalu, jamur barat hasil buruan sebagian dimasak sendiri menjadi oseng-oseng jamur barat. Sebagian lainnya dijual kepada peminat.
Baca juga: Pesona Indahnya Banyu Kuning, Sumber Mata Air Keemasan di Lereng Gunung Pandan
"Dapat 1 kilogram, itu sudah terbilang lumayan. Karena ada juga beberapa pencari jamur pulang dengan tangan kosong. Ada yang berburu untuk di buat oseng-oseng. Tapi ada pula mereka yang menjual jamur ini per bungkus dengan rata rata isi 10 tangkai dijual Rp 20 ribu," imbuh Sholikin.
Diketahui, adanya tradisi berburu jamur barat tidak hanya tentang kuliner, tetapi juga mencerminkan kedekatan warga Temayang dengan alam, sekaligus menjaga kearifan lokal yang terus dilestarikan. bj-01/dsy
Editor : Desy Ayu