Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik
Kepala Desa Banjarsari Agus Suwondo saat melepas tim WCP Pasopati Academy U-10 ke ajang International Youth Football Tournament Bali7s di Gianyar, Bali, Selasa (31/3/2026). SP/Maidid

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. Memanfaatkan jeda kompetisi Liga Surabaya 2026 selama Ramadan dan Idul Fitri, tim ini membawa misi besar ke ajang International Youth Football Tournament Bali7s di Bali.

Perjalanan mereka diawali dengan doa bersama di Masjid Baitussalam, Betiring, Selasa (31/3) malam. Dipimpin Ustadz Achmad Junaidi, para pemain kecil yang didampingi orang tua dan ofisial larut dalam suasana khidmat, memohon kelancaran dan keselamatan selama mengikuti turnamen di Bali United Training Center, Gianyar.

Baca juga: Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Usai doa, pelepasan tim digelar secara sederhana namun penuh makna di halaman masjid. Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir memberikan dukungan, mulai dari Kepala Desa Banjarsari hingga jajaran pengurus lingkungan setempat. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya dukungan masyarakat terhadap pembinaan sepak bola usia dini di wilayah tersebut.

Manajer tim U-10 WCP Pasopati, Efendi, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam turnamen ini bukan sekadar mengejar hasil, melainkan bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Seluruh pemain yang dibawa merupakan hasil didikan akademi sendiri.

“Kami ingin anak-anak ini bangga karena mereka berkembang bersama sejak awal. Ini bukan tim instan, tapi hasil pembinaan yang kami bangun dari nol,” ujarnya.

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Di sisi lapangan, skuad muda ini ditangani oleh pelatih berpengalaman, Zainul Arifin. Mantan pemain Petrokimia Putra tersebut membawa bekal pengalaman kompetitif era 1990-an untuk membentuk mental bertanding anak-anak.

Motivasi para pemain semakin bertambah setelah menerima dukungan dari sejumlah tokoh sepak bola nasional. Nama-nama seperti Widodo C. Putro dan Bima Sakti memberikan pesan semangat melalui video. Dukungan juga datang dari para pemain profesional yang pernah menimba ilmu di akademi tersebut, seperti Dimas Drajad, Malik Risaldi, hingga Thaufan Hidayat.

Turnamen Bali7s yang berlangsung pada 2–5 April 2026 akan menjadi panggung pembuktian bagi skuad muda ini. WCP Pasopati tergabung di Grup 6 bersama sejumlah tim dari berbagai daerah, seperti Grande Famille Lombok, T-Eleven SS Jakarta, Indonesia Muda Ternate, serta tuan rumah Bali United FA Serdadu.

Baca juga: Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Pelatih Zainul Arifin menilai persaingan di grup tersebut akan menjadi ujian penting bagi perkembangan tim. “Ini kesempatan bagus untuk melihat sejauh mana kemampuan anak-anak setelah latihan selama ini. Pengalaman ini sangat berharga sebelum mereka kembali ke kompetisi Liga Surabaya,” ujarnya.

Keikutsertaan WCP Pasopati Academy di turnamen internasional ini menjadi gambaran bahwa pembinaan dari level desa mampu melahirkan talenta yang siap bersaing lebih luas. Dengan semangat “Berani & Yakin”, para pemain muda ini membawa harapan besar, tidak hanya untuk tim, tetapi juga bagi masa depan sepak bola daerah. did

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru