Pemkot Surabaya Fokus Perkuat Efisiensi Anggaran dan Inovasi Digital di Hari Otoda 2026

surabayapagi.com
Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Lilik Arijanto. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah ke-XXX tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmennya dalam peran strategis daerah untuk mengelola potensi lokal sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dengan mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.

Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Lilik Arijanto menegaskan bahwa otonomi daerah yang telah berjalan sejak era reformasi terus mendorong penguatan peran pemerintah daerah, termasuk dalam pengelolaan fiskal. Sehingga, untuk mendukung potensi tersebut, Pemkot Surabaya telah menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik, terutama melalui digitalisasi. 

Baca juga: Diduga Berkaitan Kenaikan Harga Plastik, DLH Kota Surabaya Lakukan Penertiban Pemulung yang Membludak di TPS

“Salah satu yang terus didorong adalah pengembangan inovasi, khususnya untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui digitalisasi,” ujar Sekda Lilik, Senin (27/04/2026).

Meski demikian, ia menekankan bahwa efisiensi kini menjadi kunci utama dalam tata kelola pemerintahan. Selain itu, pemerintahan juga harus mengedepankan prinsip efisiensi dan penghematan anggaran sesuai arahan Presiden, dengan fokus mengoptimalkan sumber daya, memastikan setiap anggaran berdampak nyata, serta menghindari pemborosan yang tidak berkontribusi langsung pada pelayanan publik.

Baca juga: Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik

“Outcomenya harus jelas. Anggaran harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar pengeluaran tanpa dampak,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi di tengah dinamika global, termasuk perubahan kondisi ekonomi dan energi, sehingga pemerintah daerah dapat semakin adaptif dalam mengelola keuangan. Oleh karenanya, Pemkot Surabaya turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan, karena keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi dengan masyarakat.

Baca juga: Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

“Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap lingkungannya, aktif memberikan informasi, serta terbuka untuk berkolaborasi. Dengan begitu, pelayanan publik dapat semakin luas dan optimal,” ujarnya. sb-04/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru