SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Bupati Sumenep, H. Achmad Fausi Wongsojudo, mengajak masyarakatnya merefleksi diri pada momentum pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hal tersebut untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan meneguhkan komitmen dalam membangun masa depan yang lebih baik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep, khususnya generasi muda, menjadikan semangat hijrah sebagai energi perubahan menuju kehidupan yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing.” Ujar Bupati Sumenep, Selasa (16/06/2026).
Baca juga: Kendalikan Harga Bahan Pokok, Pemkab Sumenep Luncurkan Warung Inflasi
Menurutnya, Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, peristiwa hijrah Rasulullah SAW mengandung pesan besar tentang keberanian melakukan perubahan, meninggalkan hal-hal yang kurang baik, dan bergerak menuju masa depan yang lebih berkualitas.
Dikatakan, bahwa Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi perpindahan cara berpikir, cara bertindak, dan cara memandang masa depan. Inilah semangat yang harus hidup dalam diri generasi muda Sumenep hari ini.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat dan persaingan global, Bupati meyakini bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata, melainkan juga oleh kualitas generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan di masa mendatang.
“Berbagai program pendidikan, pemberdayaan pemuda, penguatan karakter, hingga peningkatan keterampilan terus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.” tandasnya.
Orang nomor satu di Pemkab Sumenep ini menilai, melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan daerahnya.
Baca juga: Optimalkan Daya Saing Produk, Pemkab Gratiskan Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM
Pihaknya juga menilai, generasi muda merupakan aset terbesar Kabupaten Sumenep. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah pembangunan daerah dalam berbagai sektor strategis. Karena itu anak-anak muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus mampu tampil sebagai pelaku utama yang menghadirkan inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Anak muda harus berani bermimpi besar, berani belajar lebih keras, dan berani mengambil peran dalam setiap proses pembangunan. Masa depan Sumenep berada di tangan mereka,” tandasnya
Ketua DPC PDI-P Sumenep ini juga mengakui mengakui bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi atau berdirinya berbagai infrastruktur megah. Namun, indikator paling penting dari kemajuan daerah adalah lahirnya generasi yang berakhlak mulia, religius, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama.
Bupati juga mengajak masyarakatnya untuk meningkatkan kualitas diri, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan besar Kabupaten Sumenep. Sehingga, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial yang diwariskan melalui perjalanan hijrah Rasulullah SAW sangat relevan untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memisahkan. Dengan persatuan, kebersamaan, dan gotong royong, kita akan mampu membawa Sumenep menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat,” tandasnya.
Bupati Fauzi juga berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi titik awal lahirnya semangat baru bagi seluruh masyarakat untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Melalui keras, inovasi, pendidikan, dan kepedulian sosial akan mampu melahirkan generasi emas yang siap menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Madura.
“Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini bukan hanya tentang pergantian waktu, tetapi tentang keberanian untuk berubah, tumbuh, dan melangkah lebih jauh demi masa depan Sumenep yang lebih gemilang,” pungkasnya. rah
Editor : Redaksi