SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna wujudkan kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, salurkan bantuan pangan berupa beras dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog kepada 107.231 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menjadi sasaran, selama tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, September 2026 dengan tiap bulan mendapat beras 10 kilogram.
"Dengan demikian, setiap KPM menerima 30 kilogram beras yang didistribusikan sekaligus untuk tiga bulan, yakni periode Juli hingga September 2026," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto, Selasa (11/08/2026).
Baca juga: Lewat Peran Strategis Petani, Pemkab Madiun Komitmen Tingkatkan Produksi Padi
Pasalnya, program bantuan pangan beras tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pangan masyarakat. Adapun penyaluran dilakukan secara bertahap dimulai dalam pekan ini di 206 desa dan delapan kelurahan di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun dengan target selesai pada akhir September 2026.
Baca juga: Pemkab Madiun Percepat Sertifikasi 400 Aset Daerah yang Belum Berlegalitas Kepemilikan
"Program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan agar tetap sejahtera," kata dia.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun Agung Sarianto mengatakan Kabupaten Madiun menjadi daerah penyaluran perdana bantuan pangan tersebut se-Jawa Timur. "Dengan penyaluran tiga alokasi sekaligus, setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras, sehingga keseluruhan beras yang disalurkan mencapai 3.216.930 kilogram di Kabupaten Madiun," kata Agung.
Baca juga: Didukung Lima Sektor, Pemkab Catat Ekonomi Madiun 2025 Capai 5,33 Persen
Sementara itu, Perum Bulog memastikan beras yang disalurkan layak dikonsumsi dari sisi kualitas maupun kuantitas. Bulog juga membuka ruang pengaduan apabila penerima menemukan kondisi beras yang tidak sesuai standar, maka akan diganti sesuai ketentuan. md-01/dsy
Editor : Redaksi