SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti kondisi anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil perlu mendapat perhatian sejak dini. Pasalnya, deteksi lebih awal menjadi langkah penting agar ibu mendapatkan pendampingan dan penanganan dari tenaga kesehatan sesuai kebutuhannya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma mengatakan masih ditemukannya ibu hamil dengan kondisi anemia, KEK, maupun risiko komplikasi kehamilan menjadi alasan untuk memperkuat edukasi dan pendampingan sejak masa kehamilan. Sehingga, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat ibu hamil dan keluarga merasa takut.
Baca juga: Cegah AKI AKB, Dinkes Tuban Beri Pendampingan Intensif Ibu Hamil Berisiko Tinggi
Menurutnya, kondisi tersebut tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Yang lebih penting adalah memastikan ibu hamil mendapatkan perhatian, pemeriksaan, dan pendampingan secara tepat. “Kita tidak ingin kondisi ini membuat masyarakat khawatir. Justru ini harus menjadi semangat bagi kita untuk bergerak lebih cepat, lebih kompak, dan lebih peduli. Ibu hamil harus mendapatkan dukungan agar dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan nyaman,” jelasnya, Rabu (12/08/2026).
Baca juga: Sekda Minta RSUD R.T. Notopuro Utamakan Rujukan Ibu Hamil Resiko Tinggi
Sehingga, salah satu langkah penting yang didorong adalah pemeriksaan kehamilan sesuai standar pelayanan. Ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan sedikitnya enam kali selama masa kehamilan, termasuk dua kali pemeriksaan menggunakan USG.
Selain pemeriksaan, ibu hamil juga didorong mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) setiap hari sesuai anjuran tenaga kesehatan. Ibu hamil juga dianjurkan mengikuti kelas ibu hamil agar memperoleh pengetahuan dan pendampingan selama menjalani masa kehamilan.
Baca juga: Konsumsi Ikan yang Cukup Pada Ibu Hamil Berpengaruh Besar Cegah Stunting Bayi
Sedangkan terkait pemeriksaan rutin, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, serta terbuka menyampaikan keluhan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu dan calon bayi. Dengan deteksi dan pendampingan yang lebih cepat, berbagai risiko kehamilan diharapkan dapat diketahui dan ditangani sesuai kebutuhan ibu. lj-01/dsy
Editor : Redaksi