“Cari Makan di Sini, kayak Maling…”

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejak diresmikan Juli 2016, Jembatan Suroboyo digadang-gadang mampu mengangkat perekonomian warga Bulak dan sekitarnya. Hal itu juga dinyatakan Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat peresmian jembatan sepanjang 800 meter tersebut. Namun nyatanya, warga di sekitar jembatan belum merasakan adanya peningkatan perekonomian, meski Pemkot sudah berupaya dengan menggelar Bulak Fest. -------------- Laporan: Firman Rachman, Editor: Ali Mahfud -------------- Siang itu, hampir tak ada terik di atas bumi Surabaya. Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB, namun awan tebal sejak pagi membuat suasana tak biasa di kota ini disambut riuh muda mudi di atas Jembatan Suroboyo. Puluhan pemuda dan pemudi berkelompok, mereka memarkirkan kendaraan di bibir jalan, meskipun sudah ada beberapa rumah dan halaman sekolah di sekitar lokasi yang dibuka sebagai tempat parkir kendaraan. Namun kebanyakan mereka lebih memilih untuk membawa serta kendaraannya masuk ke area jembatan. Tampak puluhan motor memadati anjungan dan beberapa sisi dekat anjungan yang memang menjadi daya tarik wisatawan lokal ini. Embusan angin laut terasa meneduhkan ditambah cuaca mendung di langit-langit kota Surabaya membuat betah berlama-lama di lokasi ini. Selain motor, terlihat beberapa lalu lalang mobil berisi rombongan keluarga. Sejenak mereka turun, untuk mengabadikan momen di atas jembatan. “Iya mas, kebetulan hari libur, jadi ya bisa kumpul sama keluarga sekalian foto-foto,” ujar Ahmad yang masih asli warga Surabaya ini, saat ditemui Surabaya Pagi, Minggu (19/11). Diantara ratusan pengunjung yang memadati jembatan Suroboyo, terlihat sekitar dua tiga orang membawa kotak kecil berisi rokok dan minuman dingin. Memang mereka terlihat berpencar sambil terkesan sembunyi-sembunyi dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya. Terlihat sedikit saja, mereka diusir keluar dari area jembatan. “Cari makan di sini susah mas, kayak maling. Padahal kami asli warga sini Cuma ingin menyambung hidup dari jembatan baru ini,” cerita Maslikah, perempuan yang sudah tiga puluh tahun tinggal di Kenjeran. Janda empat anak itu mengaku jika saat sedang ramai seperti hari minggu, dirinya mampu membawa pulang uang sekitar Rp 200 ribu dari hasil jualan. Namun jika pada hari biasa, ia mendapatkan Rp 50 ribu saja sudah bersyukur. Jika tidak, hanya peluh dan rasa malu yang dibawa pulang Maslikah lantaran diusir petugas Satpol PP itu. “Ndak mesti e mas, kalau ramai gini, Alhamdulillah bisa sampai 200 ribu. Kalau hari biasa itu kadang ngenes, pulang ndak bawa apa-apa, juga pernah,” imbuhnya. Beberapa menit berbincang dengan Maslikah, Surabaya Pagi melihat beberapa ibu-ibu yang juga membawa asongan memasuki area jembatan. Sembari berberes, Maslikah menyampaikan jika saat ini mereka menerapkan sistem gantian setiap berapa jam sekali untuk sesama asongan yang masuk. “Iya mas, biar sama-sama merasakan rezekinya di sini,” pungkas Maslikah sambil bergegas. Jembatan Suroboyo yang dibuka pada Juli 2016 lalu itu memang menjadi destinasi wisata baru warga kota Surabaya. Bahkan, Walikota Tri Rismaharini mengklaim jika jembatan ini mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar lokasi. Terlebih lagi keberadaan Sentra Ikan Bulak (SIB) –tak jauh dari Jembatan Suroboyo— menjadi katalisator percepatan pertumbuhan ekonomi warga Bulak dan sekitarnya. Namun sayangnya belum banyak dampak yang dirasakan warga sekitar dengan dibukanya Jembatan tersebut. Seperti yang diujarkan Bu Nanik, salah satu pemilik kios keripik dan oleh-oleh di sekitar Jembatan Suroboyo. Ia mengatakan, pertumbuhan kios oleh-oleh olahan hasil laut yang tinggi tidak dibarengi dengan tingginya wisatawan yang berkunjung. Hal tersebut dinilai Nanik menjadi salah satu faktor minimnya pendapatan warga sekitar yang berharap banyak dari Jembatan Suroboyo ini. “Kami dulu berharap sekali dengan dibukanya jembatan Suroboyo, perekonomian kami meningkat, tapi sejauh ini masih sama saja belum ada peningkatan signifikan mas,” kata Nanik. Dari suara warga sekitar, meminta Pemerintah kota Surabaya benar-benar serius menggarap destinasi wisata baru ini. Jika hanya digembar-gemborkan di awal saja, lantas bagaimana nasib warga sekitar yang kadung berharap hidup lebih layak dengan mengais rezeki di kokohnya Jembatan Suroboyo ini. n
Tag :

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…