AS-Israel Kalah Telak soal Yerusalem di PBB

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sedangkan negara penolak resolusi atau pro-AS dan Israel hanya sembilan negara termasuk kedua negara tersebut. Sebanyak 35 negara lainnya abstain dan 21 negara sisanya absen dalam voting di New York yang berlangsung semalam (21/12/2017) WIB. JAKARTA, M. Burhanudin. Hasil voting di Majelis Umum PBB terkait resolusi status Yerusalem menunjukkan Amerika Serikat (AS) dan Israel kalah telak. Sebanyak 128 negara mendukung resolusi pembatalan pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Menjelang voting, Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan kepada negara-negara yang mendukung resolusi. Setelah kalah telak, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, menuliskan tweet yang menggemakan ancaman Trump. ”Amerika Serikat akan mengambil nama,” tulis Haley mengacu pada nama-nama negara yang melawan AS dalam voting. Pemungutan suara di Majelis Umum PBB semalam juga menjadi sejarah karena banyak sekutu AS di Eropa, Asia dan Arab memilih melawan Washington. Beberapa sekutu tersebut antara lain Mesir, Yordania, Arab Saudi dan Irak yang menjadi penerima utama bantuan militer dan ekonomi AS. Di antara negara-negara yang abstain adalah Argentina, Australia, Kanada, Kolombia, Republik Czech, Hungaria, Meksiko, Filipina, Polandia, Rwanda, Sudan Selatan dan Uganda. Sejumlah negara bersuara atas hasil pemungutan suara tersebut. Turki Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan uang AS tak bisa membeli suara Turki. ”Trump, Anda tidak bisa membeli kehendak demokratis Turki dengan dolar Anda. Dolar akan kembali, tapi kehendak Anda tidak akan pernah terjual,” kata Erdogan. Iran Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif melalui Twitter menyambut gegap gempita suara “tidak” untuk AS. ”Teriakan global ‘NO to Trump’ yang mengancam intimidasi di PBB,” tulis Zarif. Israel Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kecewa dan menganggap 128 negara bergabung dalam pentas drama di PBB yang tak logis. ”Yerusalem adalah ibu kota kami, selalu, selalu demikian. Tapi saya menghargai kenyataan bahwa semakin banyak negara penolak telah berpartisipasi dalam teater yang tidak masuk akal ini,” kata Netanyahu. Palestina Juru Bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdainah, menyebut hasil voting di Majelis Umum PBB adalah kemenangan bagi negaranya. ”Pemungutan suara adalah kemenangan bagi Palestina. Kami akan melanjutkan usaha kami di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan di semua forum internasional untuk mengakhiri pendudukan ini dan untuk membangun negara Palestina kami dengan Yerusalem Timur (sebagai ibu kota),” kata Rdainah. Prancis Duta Besar Prancis untuk PBB Francois Delattre menegaskan sikap negaranya bahwa status Yerusalem harus diputuskan melalui konsensus internasional, bukan sepihak oleh negara tertentu. ”Resolusi yang diadopsi hari ini hanya mengonfirmasi ketentuan hukum internasional yang relevan di Yerusalem,” katanya. Botswana Kementerian Urusan Internasional Botswana menyatakan bahwa negara tersebut menolak intimidasi dari siapa pun. ”Botswana tidak akan diintimidasi oleh ancaman tersebut dan akan menggunakan hak kedaulatannya berdasarkan prinsip kebijakan luar negerinya, yang menegaskan bahwa Yerusalem adalah isu status akhir yang mendasar, yang harus diselesaikan melalui negosiasi sesuai dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan,” kata kementerian tersebut. Kanada Duta Besar Kanada untuk PBB Marc-Andre Blanchard mengatakan bahwa negaranya memilih tak ambil bagian dalam voting karena resolusi yang diajukan juga tidak membuat kemajuan untuk perdamaian Israel dan Palestina. "Kami kecewa bahwa resolusi ini sepihak dan tidak memajukan prospek perdamaian yang kami cita-citakan, karena itulah kami berpantang untuk memilih hari ini,” katanya. Indonesia Kementerian Luar Negeri Indonesia baik hasil pemungutan suara di Majelis Umum PBB semalam. Indonesia bagian dari 128 negara yang menang voting mendukung resolusi tersebut. Indonesia merupakan co-sponsor resolusi untuk menolak pengakuan unilateral AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sikap Indonesia ini sebagai komitmen untuk mendukung Palestina. “Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan rakyat Indonesia bersama mayoritas dunia, mendukung perjuangan rakyat Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam sebuah pernyataan yang diterima SINDOnews, Jumat (22/12/2017). Indonesia minta semua anggota PBB menghormati hasil pemungutan suara tersebut. ”Indonesia mendorong semua pihak mendukung proses perdamaian Palestina-Israel yang dapat merealisasikan solusi dua negara,” lanjut Kemlu. 03
Tag :

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…