Alasan Gadis Cantik di Ajang F1 Ditiadakan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Australia - Penikmat balapan Formula 1 ( F1), tentu tak akan asing dengan keberadaan " grid girls" di sekitar arena balap. Sebutan "grid girls" diberikan kepada para perempuan yang bertugas untuk promosi selama balapan berlangsung. Mereka biasanya berseliweran dengan pakaian seksi di sekitar lintasan balap. Biasanya mereka memegang payung atau papan nama pebalap, dan juga mendampingi pebalap ke podium pemenang. Pada pakaian yang mereka gunakan kerap tersemat sejumlah nama sponsor. Nah, keberadaan "grid girls" ini tak akan terlihat lagi pada musim balap tahun ini. Dihapuskannya keberadaan perempuan-perempuan cantik di lintasan balap, karena "grid girls" dianggap bertentangan dengan norma sosial modern yang menjadi visi F1. Pengelola turnamen mengatakan, kebijakan ini akan mulai berlaku pada pembukaan grand prix pada bulan Maret mendatang, di Melbourne, Australia. Sean Bratches, Managing Director untuk Operasional Komersial F1, mengatakan, pengkajian telah dilakukan sejak setahun lalu. F1 memetakan hal apa saja yang harus diubah hingga menjadi sejalan dengan visi ajang balap terkemuka di dunia itu. "Menghadirkan 'grid girls' sudah menjadi pakem grand prix F1 untuk sekian dekade." "Tapi, kami merasa ini sudah tak sesuai dengan nilai-nilai kami, dan jelas sudah tak sesuai dengan norma sosial modern saat ini," kata Bratches. Bratches meyakini, kebijakan ini tak akan berdampak besar pada minat dan antusiasme pada pendukung setia F1 "Kami tidak percaya bahwa hal ini relevan dengan F1, dan bagi para pendukung, baik pendukung baru maupun lama, di seluruh dunia," tegas dia.lx/kmp
Tag :

Berita Terbaru

Rusia Minta AS Jangan Peras Iran

Rusia Minta AS Jangan Peras Iran

Senin, 27 Apr 2026 19:40 WIB

Senin, 27 Apr 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI : Utusan Rusia, Mikhail Ulyanov, meminta Amerika Serikat (AS) meninggalkan pemerasan dan ultimatum saat bernegosiasi dengan Iran. Ia meminta AS…

“Dari Rumah ke Sungai: Rantai Pencemaran Sampah Popok Dan Pembalut yang Terabaikan”

“Dari Rumah ke Sungai: Rantai Pencemaran Sampah Popok Dan Pembalut yang Terabaikan”

Senin, 27 Apr 2026 19:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 19:30 WIB

  SURABAYAPAGI.COM : Fenomena pencemaran lingkungan di Indonesia tidak lagi hanya didominasi oleh limbah industri atau plastik sekali pakai, tetapi juga oleh …

Polda Jatim Gelar Seminar Nasional, Dorong Aksi Nyata Hapus Kekerasan Seksual Berbasis Kuasa

Polda Jatim Gelar Seminar Nasional, Dorong Aksi Nyata Hapus Kekerasan Seksual Berbasis Kuasa

Senin, 27 Apr 2026 19:28 WIB

Senin, 27 Apr 2026 19:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar seminar nasional bertema “Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata Menghapus Kekerasan Seksual Ber…

DPRD Lamongan Berikan Rekomendasi Konstruktif Terhadap LKPJ Bupati Lamongan 2025

DPRD Lamongan Berikan Rekomendasi Konstruktif Terhadap LKPJ Bupati Lamongan 2025

Senin, 27 Apr 2026 18:47 WIB

Senin, 27 Apr 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Fungsi legislasi, anggaran (budgeting) dan pengawasan terus dilakukan oleh DPRD, dalam mengawal berbagai pembangunan di Lamongan,…

Pemberangkatan Haji Surabaya Terus Berjalan, 7.593 Jemaah Sudah ke Tanah Suci

Pemberangkatan Haji Surabaya Terus Berjalan, 7.593 Jemaah Sudah ke Tanah Suci

Senin, 27 Apr 2026 17:55 WIB

Senin, 27 Apr 2026 17:55 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Penyelenggaraan pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya memasuki hari ke-7 dengan progres yang baik dan terkendali. Berdasarkan l…

Sebanyak 77,3 Persen Responden Nilai Kualitas Infrastruktur di Lamongan Masih Belum Memadai

Sebanyak 77,3 Persen Responden Nilai Kualitas Infrastruktur di Lamongan Masih Belum Memadai

Senin, 27 Apr 2026 17:04 WIB

Senin, 27 Apr 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dua tahun belakangan ini Pemkab Lamongan mulai gencar mewujudkan pembangunan infrastruktur. Namun kualitas infrastruktur sebanyak…