Inilah Alasan Anak Menolak Sarapan Sebelum Berangkat Sekolah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Anak-anak seharusnya wajib sarapan pagi sebelum memulai hari. Tapi saat akan berangkat ke sekolah, mereka justru menolak untuk sarapan. Apa alasannya. Biasanya anak ogah sarapan karena alasan perut mulas atau menu makanan yang diberikan orangtuanya tidak cocok. Karena itu, masalah yang dihadapi anak-anak cenderung sama, yakni mereka lebih memilih untuk melewatkan sarapan. Padahal dampaknya jika mereka tidak makan pagi akan mengganggu konsentrasi belajarnya di sekolah. Mereka juga tidak mendapatkan energi yang cukup untuk bergerak aktif. Ketua Pergizi Pangan Indonesia Prof Dr Hardinsyah, MS mengungkapkan, anak yang tidak biasa sarapan paling sering karena terburu-buru akan berangkat ke sekolah. Padahal cara tersebut bisa diatasi dengan mudah, sehingga kebiasaan sarapan tetap dilakukan. "Biasanya anak menolak sarapan karena tergesa-gesa berangkat sekolah. Anak-anak ini lebih takut sama gurunya kalau terlambat. Mereka disetrap, dicaci maki secara sosial, atau malah tidak boleh masuk kelas," ujarnya di sela-sela Acara Mayora Nutrition Berbagi Sarapan Susu Sehat di SD Menteng 01, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018). Pria yang akrab disapa Prof Hardin it menambahkan, jika anak terbiasa sarapan tentunya harus rajin bangun lebih pagi. Para orangtua diminta aktif untuk membangunkan anaknya setidaknya satu jam sebelum pergi ke sekolah. Bangun pagi adalah kunci hidup sehat untuk mengawali hari. Tak cuma itu, seorang ibu juga harus bervariasi menyediakan menu sarapan sehat setiap harinya. Karena anak-anak gampang bosan dan malah enggan sarapan saat menu makanannya tidak membangkitkan selera makan. "Kunci kebiasaan sarapan sehat itu bangun pagi duli sebelum berangkat ke sekolah. Pastinya anak-anak mandi 10 menit dan ganti baju 10 menit, lanjut ke meja makan untuk sarapan," terangnya. Terlebih, momen sarapan, menurut Prof Hardin, selain untuk membangkitkan energi juga dapat membangun kedekatan keluarga. Pagi-pagi antara ayah, ibu dan anak bisa ngobrol berbagi cerita seru sebelum berpisah untuk melakukan aktivitas masing-masing. "Di sela sarapan pasti anak-anak ngobrol dengan mama papanya. Pasti sarapan ini jadi momen golden time untuk keluarga," imbuhnya. Karenanya, jika sebuah keluarga selalu tidak terbiasa untuk sarapan tidak akan merasakan momen-momen hangat berkumpul dengan keluarga. Tehlebih, bagi anak-anak jadi kurang semangat berangkat ke sekolah untuk mengikuti pelajaran karena perutnya lapar. (oz/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Melalui Festival Literasi 2026, Pemkab Magetan Dorong Minat Baca Masyarakat

Melalui Festival Literasi 2026, Pemkab Magetan Dorong Minat Baca Masyarakat

Minggu, 13 Sep 2026 11:21 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 11:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Melalui kegiatan Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, terus berupaya…

Dorong Produktivitas Berkelanjutan, DKPP Kota Madiun Terapkan Pertanian Modern

Dorong Produktivitas Berkelanjutan, DKPP Kota Madiun Terapkan Pertanian Modern

Minggu, 13 Sep 2026 10:54 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian,Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota…

Khusus Warga Surabaya, Pemkot Siap Buka Peluang Kerja Usia Produktif Desil 1-3

Khusus Warga Surabaya, Pemkot Siap Buka Peluang Kerja Usia Produktif Desil 1-3

Minggu, 13 Sep 2026 10:49 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Khusus untuk warga Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka peluang kerja bagi warga usia produktif yang masuk…

R-APBD Jatim 2027 Defisit Rp1,02 Triliun, Hidayat : Jangan Andalkan Pajak Saja

R-APBD Jatim 2027 Defisit Rp1,02 Triliun, Hidayat : Jangan Andalkan Pajak Saja

Minggu, 13 Sep 2026 10:40 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai membuka ruang fiskal APBD 2027 dengan tantangan tidak ringan. Pendapatan daerah diproyeksikan …

Tingkatkan Kualitas Hidup, Dinkes Kota Madiun Perkuat Pengendalian Hipertensi

Tingkatkan Kualitas Hidup, Dinkes Kota Madiun Perkuat Pengendalian Hipertensi

Minggu, 13 Sep 2026 10:37 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun memperkuat…

Bantu Modal Usaha Gen Z, Pemkot Surabaya Dorong Pemanfaatan Anggaran di Tingkat RW

Bantu Modal Usaha Gen Z, Pemkot Surabaya Dorong Pemanfaatan Anggaran di Tingkat RW

Minggu, 13 Sep 2026 10:35 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mendorong modal kegiatan produktif yang mampu menggerakkan ekonomi dan menciptakan penghasilan bagi pemuda, Pemerintah Kota…