Rokok Elektrik Berisiko Sebabkan Kanker

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - E-rokok alias rokok elektrik memang tidak mengandung nikotin untuk membahayakan kesehatan Anda. Namun, vaping rasa favorit rokok elektrik Anda bisa memberikan risiko kanker lebih besar yang tidak pernah Anda kira sebelumnya. Penelitian menunjukkan, rokok elektronik mengandung lebih sedikit bahan kimia daripada rokok biasa. Meski dipasarkan sebagai produk "aman", rasa e-cig menimbulkan beberapa risiko kesehatan. Ada sekitar 8 ribu e-liquid flavor yang tersedia di pasaran saat ini. Rasa itu, mulai dari Puding Pisang, Keripik Jagung Caramel, Permen Pelangi, Donat, Semangka, dan nama-nama suguhan menu pencuci mulut imajiner lainnya. E-liquid beraroma, atau e-jus, juga telah terbukti menjadi salah satu masalah yang paling diperdebatkan tentang rokok elektronik. Kandungan itu juga kemungkinan lebih berbahaya bagi kesehatan daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dilansir Health Line, dari awal industri rokok elektrik telah mencoba untuk menjajakan bahwa produk mereka aman. Rokok elektrik dipromosikan tidak mengandung bahan kimia jahat yang ditemukan dalam rokok biasa. Erika Sward, asisten wakil presiden dari advokasi nasional untuk American Lung Association mengatakan kepada Healthline, semakin banyak penelitian yang keluar, dan asosiasi tidak terkejut menemukan bahwa bahan kimia pada e-rokok juga berbahaya. Sward mengacu pada semakin banyak bukti bahwa bahan kimia yang seharusnya aman digunakan secara teratur untuk membuat e-cairan cenderung tidak sehat. "Penelitian baru lebih lanjut menunjukkan komponen kimia dalam e-cairan beracun dan berbahaya bagi tubuh," kata Sward. Selain itu, tidak mungkin produsen produk ini bahkan sepenuhnya menyadari sifat kimianya dan potensi bahayanya. E-liquid umumnya terbuat dari kombinasi propilen glikol dan gliserin nabati. Ini membentuk dasar cair yang ditambahkan aditif, seperti perasa dan nikotin. Buktinya ada di puding, atau dalam hal ini, jus vape yang mengandung puding. Aldehid, komponen organik yang sering dikaitkan dengan aroma buah, misalnya, dan aditif lain yang digunakan untuk penyedap dipahami aman untuk makanan, tapi tidak untuk merokok atau vaping. E-liquid penuh dengan cinnamaldehyde. E-rokok biasa menawarkan rasa pedas manis dari kayu manis; vanillin dari vanili; dan benzaldehid rasa almond yang umumnya memberikan kedalaman krim atau mentega ke e-cairan. Penelitian sebelumnya telah melihat efek dari bahan-bahan ini ketika terkena panas atau penguapan dan menemukan bahwa mereka dapat menyebabkan pembentukan formalin dan bahan kimia penyebab kanker lainnya, selain menyebabkan iritasi dan radang paru-paru. Sekarang penelitian baru mengatakan bahwa bahan kimia bisa mulai bereaksi, membentuk efek samping yang tidak diketahui segera setelah e-liquid dicampur. "Sangat mungkin ada puluhan atau bahkan ratusan senyawa yang berpotensi membentuk kimia berbahaya," ungkap Stven-Eric Jordt, PhD, profesor anestesiologi, farmakologi, dan biologi kanker di Duke University School of Medicine.
Tag :

Berita Terbaru

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya menghadapi kekeringan di Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah menyiapkan berbagai…

Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial

Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial

Selasa, 14 Apr 2026 13:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Di tengah banyaknya generasi milenial yang memilih kerja di kantoran atau kerja lainnya, justru pemuda asal Dusun Klumpit, Desa…

Periode Tahun 2026: DPRKP Ngawi Anggarkan Rp4,3 M untuk Bangun 215 Unit RTLH

Periode Tahun 2026: DPRKP Ngawi Anggarkan Rp4,3 M untuk Bangun 215 Unit RTLH

Selasa, 14 Apr 2026 13:05 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Dalam rangka meningkatkan kualitas hunian agar aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Pemerintah Kabupaten…