Motor Injeksi Lebih Irit dari Karburator

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sistem pengabutan motor saat ini ada dua jenis, injeksi dan karburator. Cara kerjanya berbeda, injeksi mengatur keluar jumlah bahan bakar melalui ECU (engine control unit). Jadi sudah sesuai perintah atau pengaturan dari ECU-nya. Sementara karburator menyemprotkan bahan bakar mengikuti gerak silinder yang diawali dari naik turunnya jarum skep sesuai putaran tali gas. Peran CDi (capacitor discharge ignition) pada motor karburator hanya sebagai pengapian. Maka bagi pencinta balap motor, untuk meningkatkan asupan bahan bakar yang dibutuhkan, lebih mudah motor karburator. Karena hanya perlu mengganti spuyer atau pilot jet saja. Sedangkan injeksi harus mengganti injektor dan mengatur ulang sistem ECU-nya. Tapi bagi pengguna motor sehari-hari, sistem injeksi jadi pilihan yang tepat karena menawarkan konsumsi bahan bakar lebih irit. Seperti yang disampaikan Technical Service Division PT Astra Honda Motor, Endro Sutarno. “Bahan bakar yang masuk ke ruang bakar lebih homogen (injeksi), dibanding karburator. Partikel bahan bakar dari sistem injeksi lebih halus maka pembakaran lebih bagus dan menghasilkan efisiensi,” ujarnya. Sementara menurut salah seorang mekanik dari bengkel motor AJM, Andi, sistem pengabutan injeksi bisa lebih irit karena bahan bakar yang disemprotkan bentuknya halus dan mudah terbakar. Tidak seperti karburator yang partikel bahan bakarnya agak kasar. “Volume bahan bakar sudah disesuaikan kebutuhan mesin untuk sistem injeksi karena di atur ECU, kalau karburator tidak. Karena karburator seperti alat vakum dan tekanan udara bisa berubah,” tuturnya.
Tag :

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…