Nico Siahaan : Saya Tidak ada Hubungannya dengan Kasus di Cirebon

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nico Siahaan, membantah telah menikmati aliran dana Bupati nonaktif Cirebon Sunjaya Purwadisastra senilai Rp250 juta untuk acara Sumpah Pemuda. Nico menyatakan, tidak tahu kronologi transaksi dugaan suap-menyuap dalam jual beli jabatan di Pemkab Cirebon. “Jadi, saya perlu klarifikasi bahwa saya enggak ada hubungannya dengan kasus jual beli (jabatan) di Cirebon," ujar Nico saat ditemui di Bandung, Jumat, 30 November 2018. Saat berada di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis, 29 November 2018, Nico menjalani pemeriksaan selama lima jam, dengan pokok pertanyaan seputar aliran dana Rp250 juta. Menurut dia, pada 28 Oktober 2018, PDIP mengagendakan acara Sumpah Pemuda di JIExpo Jakarta dan dia mendapat kepercayaan sebagai ketua pelaksana. Pihaknya membutuhkan dana Rp1 miliar untuk kebutuhan acara tersebut, dengan cara menggalang dana kepada kader PDIP dengan cara gotong royong. “Anggarannya kan sudah ditetapkan, nah seperti biasa kan namanya acara partai, kader tahu dan berinisiatif memberikan sumbangan. Dari siapa-siapanya saya enggak tahu karena koordinatornya banyak," ujarnya. Kemudian, pada masa persiapan, Sunjaya muncul tanpa disangka-sangka Nico. “Saat kita rapat untuk acara, Sunjaya datang. Saya juga enggak tahu dia mau datang. Nah, dia bilang mau nyumbang, enggak ngomong ke saya. Dikirimnya ke rekening salah satu kader, namanya Elvi," tuturnya. Pada 22 Oktober, Sunjaya mengirimkan sumbangan sehari sebelum terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. “Uangnya masuk, tapi setelah tahu dia diambil (KPK), uangnya tidak dipakai. Mau diserahkan, saya enggak tahu harus menyerahkannya ke siapa. Akhirnya uang itu saya serahkan ke KPK pada saat saya memenuhi panggilan KPK," ujarnya. Nico menambahkan, tidak ada kedekatan secara pribadi dengan Sunjaya, hanya sebatas relasi sesama kader partai. “Enggak terlalu dekat juga. Telepon saya enggak pernah. Ketemu biasa saja pas acara partai," ujarnya.
Tag :

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…