Jangan Kebiasaan Gigit Kuku, Ketahui Akibatnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Beberapa orang kerap mempunyai kebiasaan unik, salah satunya menggigiti kuku. Tanpa sadar, mereka sering kali melakukannya saat bekerja, belajar, atau menonton televisi. Menurut penelitian, sekitar 20 hingga 30 persen orang sering menggigiti kuku. Secara medis ini disebut sebagai onychophagia, atau perilaku menggigit kuku sebagai mekanisme mengatasi hal-hal seperti stres, kegelisahan atau kebosanan. Namun, kebiasaan menggigit kuku ternyata juga berbahaya, karena dapat mengangkut bakteri jahat dari kuku ke mulut atau menciptakan celah bagi bakteri dan jamur untuk menginfeksi tempat kuku Anda. Dalam wawancara dengan majalah Time, dikutip Health24, pakar gangguan kuku Dr. Richard Scher mencatat bahwa area di bawah kuku adalah tempat berkembang biak yang sempurna untuk bakteri seperti salmonella dan E. coli. Bahkan, sebuah studi oleh para peneliti di Universitas Atatürk di Turki menemukan bahwa 76 persen orang yang menggigit kuku mereka memiliki E. coli dalam air liur mereka, dibandingkan dengan 26 persen yang tidak menggigit. Menelan bakteri seperti E. coli, salmonella dan sejenisnya dapat membuat seorang terjangkit penyakit. Umumnya mereka terkena diare, muntah, kram perut, dan demam. Selain itu, menggigiti kuku dan kulit di sekitarnya membuka daerah untuk infeksi seperti paronychia. Paronychia adalah infeksi kulit yang menyebabkan area yang terinfeksi membengkak, diikuti oleh beberapa kemerahan dan nyeri ringan. Siapa pun rentan terhadap infeksi ini, yang dapat disebabkan oleh jamur dan bakteri. Gejalanya bisa memburuk dengan cepat ketika disebabkan oleh bakteri. Paronychia datang dalam dua bentuk, paronikia akut dan paronikia kronis. Paronikia akut tidak berlangsung lama, tetapi dapat menyebabkan abses terbentuk di sekitar kuku. Paronikia kronis dapat berlangsung selama beberapa minggu pada satu waktu dan dapat kembali. Paronikia kronis dapat menyebabkan kuku terasa keras dan sedikit berubah bentuk. Dalam skenario kasus yang lebih buruk kuku bisa terpisah dari jari. Bagi penderita diabetes, paronychia bisa sangat berbahaya. Infeksi dapat menyebar dari kuku ke jaringan tubuh dan tulang. Dalam skenario terburuk, infeksi dapat menyebabkan hilangnya jari tangan dan kaki. v
Tag :

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…