Pilpres 2019 Diwarnai Aksi Saling Serang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Direktur Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menilai percakapan ruang publik hanya diisi narasi bermakna sarkastik dan antagonis di luar kesantunan selama kampanye Pemilu 2019. "Selama tiga bulan ruang publik dipenuhi narasi di luar kesantunan, narasi berbau sarkastik, antagonis. Padahal capres dan peserta pemilu tak hanya mengedepankan syahwat politik kekuasaan, tetapi perlu peran edukasi," ujar Karyono, dalam sesi diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/12). Pertarungan politik di Pemilu 2019, menurut dia, jauh dari nilai kepribadian sebagai bangsa yang memiliki budaya ketimuran ciri kesantunan dan toleransi. Namun, kata dia, pada hari ini budaya mulai tergerus adanya ’politik Dajjal’. Dia melihat, penyebab pertama munculnya ’politik Dajjal’ karena sistem politik. Sistem politik terutama setelah amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengubah berbagai regulasi UU, peraturan. Dia menjelaskan, tata cara pemilihan presiden-wakil presiden diganti dengan sistem pemilihan langsung. Menurut dia, perubahan sistem pemilihan merupakan lompatan yang mungkin terlalu cepat untuk di Indonesia. "Kenapa Founding Father mengedepankan musyawarah mufakat bukan pemimpin. Itu ciri masyarakat indonesia. Mungkin, karena ketidaksiapan mempengaruhi elite politik dan masyarakat," kata dia. Sementara itu, penyebab kedua, kata dia, budaya Indonesia mengedepankan prinsip kesantunan dan keterbukaan. Bukan malah informasi kebablasan atau apa yang disebut komunikasi interpersonal di media sosial. "Tidak hanya Indonesia menghadapi fenomena. Di sejumlah negara juga kewalahan menghadapi bebasnya medsos. Perlu dikembalikan harus berpolitik beradab. Politik Dajjal terus terjadi paling tidak April 2019. Salah satu ciri apa yang disebut propaganda," tambahnya. Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA, Ahmad Syauqi, meminta kepada elite politik agar memberikan pendidikan politik dan bukan merusak keutuhan yang membawa kerugian bagi negara ini. Dia mengibaratkan pada saat ini sudah banyak ditanam pohon-pohon beracun yang buahnya mulai banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia terutama untuk generasi yang memimpin ke depan. Untuk mengatasi hal itu, kata dia, harus ditanam pohon obat. "Untuk membangun kebaikan harus dengan cara baik. Jadi tanggungjawab bersama pembentukan karakter jadi lebih baik dan jadi tanggungjawab seandainya generasi ke depan punya kebiasaan menyampaikan hal buruk," kata dia. Selain itu, dia menilai, Pemilu 2019 sudah berubah sebagai ajang pertarungan silat. Di pertarungan silat, dia menambahkan, pada prinsipnya harus menyerang dan menjatuhkan lawan walaupun dengan cara menyakiti. "Saya memahami filosofi orang di ilmu bela diri orang bertahan dengan cara menyerang dengan tujuan bertahan bukan tujuan menyakiti. Beda ahli bela diri dengan menghantami. Bagaimana bisa merangkul dan membangun harmonisasi," pungkasnya.
Tag :

Berita Terbaru

Rusia Minta AS Jangan Peras Iran

Rusia Minta AS Jangan Peras Iran

Senin, 27 Apr 2026 19:40 WIB

Senin, 27 Apr 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI : Utusan Rusia, Mikhail Ulyanov, meminta Amerika Serikat (AS) meninggalkan pemerasan dan ultimatum saat bernegosiasi dengan Iran. Ia meminta AS…

“Dari Rumah ke Sungai: Rantai Pencemaran Sampah Popok Dan Pembalut yang Terabaikan”

“Dari Rumah ke Sungai: Rantai Pencemaran Sampah Popok Dan Pembalut yang Terabaikan”

Senin, 27 Apr 2026 19:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 19:30 WIB

  SURABAYAPAGI.COM : Fenomena pencemaran lingkungan di Indonesia tidak lagi hanya didominasi oleh limbah industri atau plastik sekali pakai, tetapi juga oleh …

Polda Jatim Gelar Seminar Nasional, Dorong Aksi Nyata Hapus Kekerasan Seksual Berbasis Kuasa

Polda Jatim Gelar Seminar Nasional, Dorong Aksi Nyata Hapus Kekerasan Seksual Berbasis Kuasa

Senin, 27 Apr 2026 19:28 WIB

Senin, 27 Apr 2026 19:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar seminar nasional bertema “Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata Menghapus Kekerasan Seksual Ber…

DPRD Lamongan Berikan Rekomendasi Konstruktif Terhadap LKPJ Bupati Lamongan 2025

DPRD Lamongan Berikan Rekomendasi Konstruktif Terhadap LKPJ Bupati Lamongan 2025

Senin, 27 Apr 2026 18:47 WIB

Senin, 27 Apr 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Fungsi legislasi, anggaran (budgeting) dan pengawasan terus dilakukan oleh DPRD, dalam mengawal berbagai pembangunan di Lamongan,…

Pemberangkatan Haji Surabaya Terus Berjalan, 7.593 Jemaah Sudah ke Tanah Suci

Pemberangkatan Haji Surabaya Terus Berjalan, 7.593 Jemaah Sudah ke Tanah Suci

Senin, 27 Apr 2026 17:55 WIB

Senin, 27 Apr 2026 17:55 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Penyelenggaraan pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya memasuki hari ke-7 dengan progres yang baik dan terkendali. Berdasarkan l…

Sebanyak 77,3 Persen Responden Nilai Kualitas Infrastruktur di Lamongan Masih Belum Memadai

Sebanyak 77,3 Persen Responden Nilai Kualitas Infrastruktur di Lamongan Masih Belum Memadai

Senin, 27 Apr 2026 17:04 WIB

Senin, 27 Apr 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dua tahun belakangan ini Pemkab Lamongan mulai gencar mewujudkan pembangunan infrastruktur. Namun kualitas infrastruktur sebanyak…