Gaduh Seleksi KIP, DPRD Tunggu Laporan Masyarakat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Mencuatnya polemik seleksi calon anggota Komisi Informasi Publik (KIP) Jatim memantik reaksi anggota Komisi A DPRD Jatim. Sebagai pelaksana akhir ujian fit and proper test 17 dan 19 Desember lalu, Komisi A merasa ikut bertanggung jawab dengan sejumlah tudingan. Anggota Komisi A DPRD Jatim Agung Mulyono mengatakan, pada dasarnya domain dari Komisi A DPRD Jatim adalah melanjutkan rangkaian proses seleksi calon anggota KIP dari Panitia Seleksi (Pansel). Lanjutnya, para pendaftar oleh pansel akan diseleksi 15 orang. Setelah itu Komisi A DPRD Jatim melakukan fit and proper test untuk memilih 5 orang nama. “Kalau ternyata ada yang keberatan dan tidak puas dengan hasil seleksi yang kami lakukan, silakan laporkan kepada kami,” kata Agung Mulyono, Minggu (13/1/2019). Menurut politisi Partai Demokrat ini, tudingan seperti seleksi yang tak transparan, adanya calon titipan dan sistem kelolosan hanya dilakukan secara voting siap dijelaskan secara terbuka. Agung juga bersiap menjembatani laporan masyarakat kepada pimpinan komisi dan pimpinan DPRD. Upaya ini dilakukan agar KIP Jatim yang baru bisa segera terbentuk dan dilantik. “Kalau memang semua prosesnya sudah tidak ada masalah ya mereka bisa bekerja, tapi kalau ternyata benar ada masalah tentu akan ada evaluasi atau dikaji ulang,” pungkas Agung. Sumber di internal DPRD Jatim juga menyebutkan fakta seleksi fit and proper test calon anggota KIP Jatim tidak transparan semakin kuat. Salah satu indikasinya adalah rapat pleno di Komisi A DPRD Jatim tidak diikuti oleh seluruh anggota Komisi A. Namun tetap ‘dipaksakan’ untuk menetapkan 5 nama lolos seleksi KIP Jatim. Versi ketua Komisi A DPRD Jatim Fredy Purnomo, pleno pengambilan keputusan diikuti 14 orang. “Tapi faktanya yang ikut cuma 10 orang anggota. Fraksi PKB cuma 1 orang, bahkan dari Fraksi Partai Gerindra tidak ada yang ikut,” sebut sumber ini. rko
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…