Negosiasi Progam Rudal Tak Pernah Ada

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Iran membantah bahwa pihaknya bersedia bernegosiasi terkait program rudal balistiknya. Pernyataan ini bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh diplomat utama Amerika Serikat (AS). Bantahan ini sekaligus melemahkan pernyataan Presiden Donald Trump bahwa Washington telah membuat kemajuan dalam perselisihannya dengan Teheran. "Rudal Iran benar-benar dan dalam kondisi apa pun tidak dapat dinegosiasikan dengan siapa pun atau negara mana pun, titik," kata juru bicara misi diplomatik Iran untuk PBB di Twitter seperti dilansir dari Reuters, Rabu (17/7/2019). Iran telah berulang kali mengesampingkan negosiasi berdasarkan sanksi dari Washington. Sudah lama dikatakan program rudal balistiknya bersifat defensif dan tidak bisa dinegosiasikan. Sementara Menlu Iran membalas seruan Presiden AS Donald Trump untuk negosiasi nuklir baru yang mencakup program rudal balistiknya, menuduh Amerika menghancurkan Timur Tengah ke dengan menjual senjata kepada sekutu di Teluk. Mohammad Javad Zarif, menteri luar negeri Iran, membuat komentar ini dalam wawancara di NBC News pada Senin, mengutip laporan Aljazeera. Dia mengatakan Iran hanya akan duduk dengan Amerika Serikat jika mencabut sanksi ekonomi yang telah dijatuhkannya pada Teheran dan bergabung kembali dengan perjanjian nuklir 2015 yang ditinggalkannya tahun lalu. Trump menarik AS keluar dari kesepakatan multilateral yang penting itu dengan mengatakan ia ingin menegosiasikan kesepakatan baru yang juga membahas program rudal balistik Iran dan dukungan untuk kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah. Sebelumnya misi Iran di PBB juga telah membantah laporan yang diterbitkan Associated Press (AP) Teheran berkenan menegosiasikan program rudalnya. Dalam laporannya, AP mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. “Kami mengesampingkan interpretasi AP dari pernyataan Zarif dalam sebuah wawancara dengan NBC,” kata misi Iran di PBB, seperti dilaporkan kantor berita Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA). Dalam wawancara dengan NBC, Zarif mengatakan jika AS ingin berunding dengan Iran, mereka harus berhenti menjual senjata ke kawasan Timur Tengah. “Jadi jika mereka ingin berbicara tentang rudal kita, mereka harus terlebih dulu berhenti menjual semua senjata ini, termasuk rudal, ke wilayah kita,” ujarnya.
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…