Anak Muntah Hingga Dehidrasi, Honorer Pemkot Puas Pakai BPJS Kesehatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto, - Sejak bergulirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada Januari 2014 lalu, banyak masyarakat di Indonesia telah mendapatkan manfaat pelayanan dari program tersebut. Kehadiran Program JKN-KIS membuat masyarakat tenang karena terlindungi di saat sakit.  Seperti halnya yang dialami oleh Khusnul Hidayati (35). Ia terdaftar sebagai peserta JKN-KIS kelas II segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Suami Khusnul bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta di Surabaya yang bergerak di bidang distribusi bahan bangunan.  Warga kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto tersebut tercatat sebagai tenaga non PNS Pemerintah Kota Mojokerto dan sehari-hari bertugas di Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan di instansi Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.  Khusnul tengah melakukan koordinasi terkait tugas pelayanan distribusi kartu JKN-KIS bagi warga kota Mojokerto. Sebagaimana diketahui Kota Mojokerto telah berhasil mencapai UHC (Universal Health Coverage) sejak 2018 lalu. Ibu tiga orang anak ini lantas menjelaskan besarnya manfaat program JKN-KIS yang dirasakannya, terlebih bagi buah hatinya yang usianya masih rentan terhadap gangguan kesehatan yang disebabkan perubahan iklim atau karena stamina yang menurun, sehingga sangat memerlukan perlindungan untuk kesehatannya. “Saya bersyukur menjadi peserta program JKN-KIS. Selama ini saya dan keluarga sering menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) BPJS Kesehatan. Di faskes provider BPJS Kesehatan, saya beserta keluarga dilayani dengan baik dan mendapatkan kemudahan dalam pelayanan kesehatan,” terang Khusnul. Besarnya manfaat Program JKN-KIS telah ia rasakan beberapa waktu yang lalu saat anak ketiganya dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Mojokerto.  Menurut Khusnul, hal itu berawal saat anaknya yang kala itu berusia dua tahun mengalami gangguan kesehatan yang diderita selama hampir 2  hari mengalami muntah sampai menyebabkan kondisi dehidrasi.  Melihat kondisi anaknya yang kian lemah, ia segera membawa anaknya ke Puskesmas Blooto hingga dirujuk ke instalasi gawat darurat salah satu rumah sakit swasta di Mojokerto. Pihak rumah sakit merekomendasikan anak khusnul untuk dilakukan perawatan di rumah sakit. Setelah dirawat selama hampir empat hari kondisinya pun membaik. Selama dirawat di rumah sakit tersebut ia sama sekali tidak mengeluarkan biaya sedikit pun karena dirawat di kelas kamar yang sesuai dengan haknya. Hal tersebut ia rasakan sangat bermanfaat karena meringankan beban ekonomi keluarganya. “Dengan adanya Program JKN-KIS saya dan keluarga sangat terbantu karena untuk pelayanan kesehatan di faskes telah dijamin oleh BPJS Kesehatan sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya,” jelasnya. Di akhir kesempatan, Khusnul mengajak kepada masyarakat yang belum berpartisipasi menjadi peserta JKN-KIS untuk segera mendaftar Program JKN-KIS karena sangat bermanfaat dan selalu lancar membayar iuran sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan. “Sakit itu pasti datang, hanya waktunya yang kita tidak tahu kapan waktunya. Program JKN-KIS melindungi kita dari ketidakpastian saat kita sakit. Dengan terdaftar Program JKN-KIS, kita dapat mengantisipasi dan melindungi diri dari biaya pengobatan yang tidak terduga,” tutur Khusnul. dw
Tag :

Berita Terbaru

Tekan Stigma ODHIV, KPAD Tulungagung Lakukan Eksperimen Sosial di CFD

Tekan Stigma ODHIV, KPAD Tulungagung Lakukan Eksperimen Sosial di CFD

Senin, 14 Sep 2026 13:11 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait HIV/AIDS sekaligus mengurangi stigma terhadap ODHIV, Komisi…

Cuaca Ekstrem, Dinkes Surabaya Imbau Waspada Meningkatnya Kasus Influenza

Cuaca Ekstrem, Dinkes Surabaya Imbau Waspada Meningkatnya Kasus Influenza

Senin, 14 Sep 2026 13:09 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Imbas perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengimbau masyarakat menjaga…

Kode “Kopi” Rp100 Juta Dibongkar di Sidang Maidi, Uang Disebut Dibungkus Kopi Cap Gajah

Kode “Kopi” Rp100 Juta Dibongkar di Sidang Maidi, Uang Disebut Dibungkus Kopi Cap Gajah

Senin, 14 Sep 2026 12:30 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Istilah “kopi” dalam percakapan WhatsApp menyeruak dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Madiu…

Fraksi PDIP Jatim Soroti Rendahnya Realisasi Deviden BUMD

Fraksi PDIP Jatim Soroti Rendahnya Realisasi Deviden BUMD

Senin, 14 Sep 2026 12:28 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur dinilai masih timpang. Fraksi PDI …

Target PAD R-APBD 2027 Tidak Hanya Dari Pajak, BUMD Bisa Jadi Andalan

Target PAD R-APBD 2027 Tidak Hanya Dari Pajak, BUMD Bisa Jadi Andalan

Senin, 14 Sep 2026 12:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai membuka ruang fiskal APBD 2027 dengan tantangan tidak ringan. Pendapatan daerah diproyeksikan…

Sidang Maidi: Perwali 53/2021 Dipersoalkan, Hakim Singgung Dugaan Oligarki di Balik Aturan Tender

Sidang Maidi: Perwali 53/2021 Dipersoalkan, Hakim Singgung Dugaan Oligarki di Balik Aturan Tender

Senin, 14 Sep 2026 12:24 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Peraturan Wali Kota (Perwali) Madiun Nomor 53 Tahun 2021 tentang tambahan persyaratan dokumen pemilihan pekerjaan jasa konstruksi m…