Kembang Jepun Bergeser Jadi Pusat Perdagangan Grosir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI, Surabaya- Mendengar nama jalan Kembang Jepun, tentu terbayang pusat perdagangan yang mayoritas orang Tionghoa. Di sepanjang jalan itu berderet toko-toko yang menjadi pusat bisnis, menjual beraneka kebutuhan seperti, toko alat tulis, peralatan teknik, tekstil, obat dan sebagainya. Sampai sekarang masih tetap menjadi pusat perdagangan. Namun kini mulai bergeser menjadi pusat perdagangan grosir. Bagi masyarakat Surabaya Jalan Kembang Jepun lebih familiar dengan nama Kya Kya. Jika siang hari di sana ramai aktifitas perdagangan. Namun saat malam bisa dijumpai aneka kuliner dan tempat hiburan. Salah seorang budayawan/seniman asal Surabaya, Hamid Nabhan mengatakan, sejarah Jalan Kembang Jepun yang sebelah kanan hingga menuju ke Pasar Atom adalah milik saudagar keturunan Arab yang bermarga Bin Aqil. "Setahu saya, sampai sekarang kepemilikan rumah-rumah yang ada di sana masih sengketa. Ada satu dua rumah yang sudah beres, namun sisanya masih bertahan," jelas Hamid. Jika kita cermati saat ini untuk memperoleh pernak pernik seperti lampion atau lampu hias khas warna merah di pertokoan Kembang Jepun memang agak susah didapat. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Hamid. "Ya mungkin para penjual pernak pernik yang terdahulu sudah tergeser dengan penjual-penjual yang lain. Mungkin kalau kita mencari pernak pernik bisa kita temui di tempat lain seperti Pasar Atom," tambahnya. Menurutnya di Pasar Atom jauh lebih lengkap jika memang ingin mencari pernak pernik khas Tionghoa. indra
Tag :

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…