BPBD Jatim Petakan 22 Daerah Rawan Banjir dan 13 Daerah Rawan Longsor di Ja

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya –Musim penghujan yang baru saja dirasakan di sejumlah wilayah terkhususnya Surabaya, menjadi momok bagi kawasan yang kerap menjadi langganan banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyatakan dari 38 kabupaten / kota di Jawa Timur, 22 daerah diantaranya masuk dalam kategori rawan banjir. Dari 22 daerah tersebut, ada sekitar 1.439 desa dan kelurahan di Jatim yang terancam banjir. Kepala BPBD Jatim, Subhan Wahyudiono mengatakan, BPBD Jatim juga telah memetakan daerah mana saja yang dikategorikan rawan banjir saat memasuki musim penghujan. Daerah-daerah yang berpotensi terendam banjir tersebut, merupakan daerah yang berada di sepanjang tujuh aliran sungai. Yakni, Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas, Sungai Welang-Rejoso, Sungai Kemuning Sampang, Sungai Bajul Mati Banyuwangi, Sungai Pekalen Situbondo, dan Sungai Bondoyudo Lumajang. "Ya itu daerah-di tujuh aliran sungai itu. Contohnya, Bengawan Solo itu mulai Pacitan, Ponorogo, Madiun sampai Gresik. Kali Brantas mulai dari Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Sidoarjo, banyak pokoknya," ujar Subhan di Surabaya, Selasa (26/11). Selain daerah rawan banjir, Subhan mengatakan pihaknya juga memetakan daerah rawan longsor. Karena bencana longsor kerap terjadi saat musim penghujan. Subhan mengungkapkan, ada 13 daerah di Jatim yang masuk kategori rawan longsor. "Kalau longsor itu ada 13 kabupaten/ kota yang masuk kategori rawan, atau 633 desa dan kelurahan. Itu biasanya terjadi di sisi selatan Jatim mulai Magetan, Blitar, Trenggalek, Nganjuk, Tulungagung, Malang, Lumajang, dan sebagainya," kata Subhan. Diakui Subhan, BPBD Jatim juga telah melakukan langkah-langkah untuk menghadapi bencana yang biasa terjadi saat musim hujan. BPBD Jatim berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan di wilayah setempat. Koordinasi dimaksudkan untuk mengantisipasi potensi-potensi bencana pada musim penghujan di Jatim. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, diperkirakan puncak musim hujan di Jatim terjadi pada Januari hingga Februari 2020. "Diperkirakan Desember itu di Jawa Timur hujannya sudah merata. Kalau sekarang kan belum merata. Puncak musim hujan itu diperkirakan pada Januari dan Februari 2020," ujar dia. Langkah lainnya, menggelar rapat koordinasi dengan kepala Bakorwil se-Jatim, dan seluruh kepala BPBD di Jatim, sebagai kesiapsiagaan menghadapi bencana musim hujan. "Gubernur juga sudah bersurat ke bupati/ wali kota untuk segera siap siaga menghadapi musim hujan itu," ujar Subhan. Subhan mengaku, saat ini sudah ada 612 Desa Tangguh di Jatim, yang ditargetkan bertambah 40 desa setiap tahunnya. "Jawa Timur itu kan sudah kita petakan. Dari 8.501 desa dan kelurahan itu, 2.742 memiliki potensi tinggi bencana, baik itu banjir, longsor dan sebagainya," kata dia.
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…