Disepakati Malam-malam, APBD Gresik 2020 Rp 3,5 T

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Di tengah polemik kinerja Bupati Gresik Sambari Halim yang dikritik sejumlah pihak, DPRD dan Pemkab ternyata telah bersepakat soal R-APBD Gresik 2020. Kepastian ini diungkapkan Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani. Finalisasi RAPBD 2020 yang dibahas hingga malam, mencapai kesepakatan. Kedua belah pihak, baik legislatif dan eksekutif, menyetujui APBD 2020 berada pada angka Rp3,5 triliun. "Semua sudah klir," cetus Fandi kepada Surabaya Pagi seusai rapat finalisasi RAPBD 2020 di gedung dewan, Rabu (27/11) malam. "Memang awalnya alot karena ada beberapa hal yang mesti perlu penjelasan. Tapi semua sudah klir," lanjutnya. Menurut Fandi, RAPBD 2020 telah mengakomodir semua aspirasi masyarakat yang masuk. Sebut saja tuntutan dari Asosiasi Kepala Desa (AKD) yang meminta Alokasi Dana Desa (ADD) ditingkatkan dan tunjangan insentif guru yang sebelumnya dicoret oleh Dispendik, kini dimasukkan dalam APBD. "Isu yang belakangan beredar sudah klir, sudah terakomodir semua," tutur Fandi. "Insya Allah besok (hari ini) Sidang Paripurna." Terpisah, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim menyambut baik ditampungnya aspirasi para kepala desa dalam APBD. Menurutnya, permohonan pagu ADD dari DAU memang telah dinaikan 10% - 12.50%. Walau demikian, AKD tetap berharap pada tahun 2021 mendatang, pagu ADD dari DAU bisa di naikan menjadi 15%. Hal tersebut menurut Yatim bukannya tanpa alasan. Pasalnya, penghasilan kepala desa dan perangkat desa masih separuh dari UMK Gresik. Oleh sebab itu, penaikkan ADD ini dinilai masih belum bisa disebut layak bagi BPD, RT RW, PKK, dan lembaga yang lain. "Padahal kita dituntut kerja 24 jam. Banyak kegiatan-kegiatan yang belum bisa mendapat biaya dari ADD," keluh Yatim kepada Surabaya Pagi. "Tapi kami juga berterima kasih telah direspon baik oleh Bupati dan dewan. Kami di AKD berharap tahun 2021 ada kenaikan sampai 15%." Sebelumnya, Pemkab Gresik dan DPRD sepakat kalau penetapan APBD harus segera dilakukan maksimal sebulan sebelum tutup tahun anggaran. Tujuannya, adalah untuk memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) dari Kemenkeu karena menetapkan APBD tepat waktu. Terkait hal ini, pengamat politik anggaran asal Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Umar Sholahudin menilai, mestinya pembahasan APBD tidak mengorbankan kualitas lantaran hanya ingin mengejar DID. Pasalnya, pembahasan APBD terkesan tergesa-gesa karena harus menetapkan anggaran sebulan sebelum tutup tahun. "Jadwal pembahasan anggaran harus dijalankan dengan baik, sehingga tidak terkesan tergesa-gesa. Kalau molor bakal berpengaruh terhadap agenda-agenda lain. Pemkab dan DPRD harus mengedepankan kepentingan publik," papar Umar.n
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…