Sektor Keuangan China Positif, Ini Faktornya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Beijing – Label manipulasi mata uang sudah tidak pernah terdengar lagi akhir-akhir ini hal tersebut dikarenakan, AS telah mencabut label itu untuk China. Akibat pencabutan itu, sektor keuangan China akhirnya tersenyum gembira. Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), mengumumkan bahwa AS telah mencabut tuduhan China sebagai manipulator mata uang. Keputusan ini diumumkan jelang kesepakatan dagang AS-China yang akan ditandatangani oleh perwakilan kedua negara, pada Rabu (15/01). Data yang dihimpun menunjukkan, nilai tukar yuan di pasar onshore menguat 0,24�n mendekati level 6,8760 per dollar AS. Ini merupakan level terkuat yuan sejak 26 Juli 2019 lalu, setelah People’s Bank of China (PBOC) mematok nilai tukar harian yuan ke level terkuat dalam lima bulan terakhir. Sementara itu, nilai tukar yuan di pasar offshore menguat ke 6,877 per dollar AS, juga posisi paling perkasa sejak 26 Juli 2019 setelah menguat hampir 0,5% pada sesi sebelumnya. Selain nilai tukar, Saham di sebagian besar pasar Asia juga naik seiring dnegan terselenggaranya kesepakatan fase satu diiringi dengan pencabutan label manulipultif ini. Pasar Tiongkok daratan sedikit berubah pada pagi hari. Komposit Shanghai dan komposit Shenzhen diperdagangkan di bawah garis datar, dan komponen Shenzhen lebih rendah 0,21 persen. Sementara, Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,17 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik kecuali Jepang naik 0,21 persen. Pencabutan label sebagai manipulator mata uang terhadap Tiongkok juga menjadi sentimen positif sebelum pakta dagang fase satu antara AS-Tiongkok ditandatangani. "Departemen Keuangan membantu mengamankan perjanjian fase satu yang signifikan dengan Tiongkok yang akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih besar, serta peluang bagi pekerja dan bisnis AS," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan. Dengan dicabutnya label tersebut, Tiongkok telah membuat komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan untuk tidak mendevaluasi mata uangnya, serta akan melakukan transparansi dan akuntabilitas. Meski telah dihapus dari daftar hitam, Departemen Keuangan AS akan tetap memantau secara ketat praktik mata uang China. Sebagai informasi, manipulasi mata uang adalah upaya yang disengaja oleh suatu negara untuk mempengaruhi nilai tukar antara mata uangnya dengan dolar AS untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam perdagangan internasional.
Tag :

Berita Terbaru

Sentuhan Humanis Kapolres Gresik di SLB

Sentuhan Humanis Kapolres Gresik di SLB

Kamis, 09 Apr 2026 19:40 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti kegiatan kunjungan Kapolres Gresik Ramadhan Nasution di SLB Kemala Bhayangkari 2 G…

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Dugaan penipuan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai terkuak setelah b…

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Satu unit handphone dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi dari hasil penggeledahan di rumah pengusaha event organizer Faizal Rachman d…

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya baru-baru ini mencatat terjadi lonjakan kasus terhadap suspek penyakit campak yang mana…

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Perihal rencana dua koridor baru Bus Trans Jatim Malang Raya, saat ini masih menunggu anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Status Gunung Semeru masih berada di level tiga atau siaga pasca hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan…