SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Melewati masa-masa sulit, sejak 8 Mei hingga 5 Juni 2020 nanti, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), menghentikan semua kegiatan operasional di pabriknya. Meski demikian pabrik otomotif asal Jepang tetap optimis bisa bangkit kembali.
Penutupan ini menurut Masahiro Aso, selaku Presiden Direktur HMMI karena kondisi pasar kendaraan niaga yang masih lesu serta kebijakan pemerintah menjadi alasannya.
“Kami ingin bisa melalui kondisi sulit ini bersama dengan semua pemangku kepentingan, dan akan terus mendukung program pemerintah dan berkontribusi untuk percepatan pemulihan kondisi perekonomian nasional,” ujar Masahiro.
Meski dalam keadaan sulit ini pihaknya masih bisa memenuhi permintaan pasar, stok kendaran Hino tetap aman untuk memenuhi permintaan dari konsumen.
"Hal tersebut karena produksi sudah disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan sesuai prioritas tipe produk, yang banyak diminta oleh konsumen.
Selain itu diler Hino tetap beroperasi baik itu penjualan, bengkel perawatan maupun suku cadang. Untuk memberikan rasa tenang bagi konsumen dan karyawan, seluruh kegiatan operasional dipantau dengan ketat dan memenuhi regulasi pemerintah mengenai penerapan physical distancing.
"Dalam seluruh kegiatan operasional di dealer kami juga dipantau dengan ketat, dan memenuhi regulasi pemerintah mengenai penerapan physical distancing serta protokol kesehatan," ucap Masahiro.
Menurut Masahiro, pihaknya akan mendukung program pemerintah, dan berkontribusi untuk percepatan pemulihan kondisi perekonomian nasional.
Untuk mempermudah roda bisnis konsumen, Hino memberikan layanan purna jual yang lebih ekonomis di masa pandemik COVID-19.
Program tersebut antara lain, servis berkala kelipatan 10.000, extra diskon sampai dengan 37 persen untuk Aki HMSI Original Part (HOP), gratis pengecekan, gratis filter oli, gratis jasa servis ganti oli dan gratis layanan Home Service.
Editor : Redaksi