Surabaya, SURABAYAPAGI.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Ery Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya telah melakukan pemutakhiran data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), agar penerima bantuan PBI itu benar-benar tepat sasaran.
“Dari APBN (pusat) ini juga sedang melakukan verifikasi, dia juga mengurangi jumlahnya. Tapi saya selalu sampaikan kalau orang itu terdaftar warga Surabaya dan ber-KTP Surabaya, nanti akan dicover pemkot,” kata Eri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/10/2019).
Ini yang membuat sejumlah komunitas tersentuh hatinya sehingga melirik ke sejumlah penduduk yang bukan warga asli Surabaya.
Pasalnya Penduduk yang bukan warga Surabaya tak dapat bantuan dari Pemerintah Kota.
Komunitas Semprot Corona Surabaya membagikan bantuan pada warga miskin yang terdampak Covid-19 di kawasan Ambengan Selatan Karya RW 5 Kelurahan Pacar Keling, Surabaya, Jawa Timur, Mingga (10/5/2020).
Ketua Pelaksana aksi solidaritas Komunitas Semprot corona Tofan mengatakan kami menggelaryt aksi tersebut menggandeng sejumlah komunitas dan yayasan, antara lain Geng Komunitas, Papa Youtobe, Ansor Surabaya dan Yayasan Shohibul Yatim Surabaya.
"Tujuan kita hanya ingin berbagi sesama, khususnya di kawasan sini. Sebab kawasan sini lebih banyak warga yang bukan waega asli Surabaya, mereka sama sekali tak dapat bantuan dari pemerintah, pemerintah kan hanya membagi bansos kepada warga dengan KTP Surabaya saja" ujar Tofan.
Adapun yang dibagikan adalah beras 1 ton, 100 Pizza, 100 minyak, 100 handsanitizer, dan 100 botol sambel kemasan.
Sementara, Yedi Ketua Kelompok Pengurus Ambengan Selatan Karya mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas bantuan Komunitas Semprot Corona yang telah memilih lokasi ini untuk memberikan bantuan, sebab kawasan sini tidak terdata oleh oemerintah setemoat lantaran bukan warga asli Surabaya.
"Masyarakat yang menerima sembako dikatakannya dari golongan ekonomi rendah. Pasalnya mereka memiliki pekerjaan yang terdampak serta kondisi rumah yang memprihatinkan" katanya.
"Rata-rata rumahnya kecil dan bukan permanen. Pekerjaannya mulai dari, pedagang kaki lima hingga tukang parkir," tuturnya.
Lanjut Tofan berharap sebagai anak bangsa yang bermoral dan mempunyai hati, komunitasnya melakukan kepeduliannya terhadap sesama manusia.
Sementara salah satu warga asal Madura penerima bantuan Rohma (37) mengungkapkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya.
"Saya sangat bersukur dengan adanya bantuan seperti ini, sebab saya menantikan bantuan dari pemerintah kota saja tak kunjung tiba" ujarnya.
"Saya sangat berharap adanya bantuan dari orang-orang yang peduli, sebab pemerintah nyaris tak melirik" ujar Rohma. Jul
Editor : Redaksi