Komplotan Pemalsu SIM Diringkus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sumarno, pelaku pemalsuan SIM. Beserta barang bukti yang dipakai untuk memalsu SIM.
Foto: SP/Jemmi
Sumarno, pelaku pemalsuan SIM. Beserta barang bukti yang dipakai untuk memalsu SIM. Foto: SP/Jemmi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ditutupnya kantor pelayanan SIM dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, ternyata dimanfaatkan para pelaku untuk menerima jasa pembuatan dokumen seperti SIM dan STNK palsu. Terbukti, Unit Reskrim Tegalsari berhasil meringkus tiga pelaku komplotan pemalsu dokumen negara.

 

Ketiga pelaku yang bernama Ainur Rofiq (39) warga Rejoso, Pasuruan, Sumarno alias Gondrong (39) warga Banyu Urip Lor VI no 45 Surabaya, dan Seftiani warga Surabaya ini diamankan polsek Tegalsari di Taman Bungkul Surabaya.

 

Kapolsek Tegalsari, Kompol Argya Satriya Bhawana mengatakan komplotan pemalsu SIM ini berhasil di bongkar setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa di daerah Taman Bungkul, Jalan Darmo sering digunakan transaksi jual beli SIM dan STNK Palsu. Terlebih, tempat pelayanan perpanjang SIM uang sering tidak beroperasi karena dampak virus Corona (Covid-19). Hal ini membuat para pelaku memanfaatkan peluang tersebut. "Tempat perpanjang SIM di Colombo kan ditiadakan oleh Satlantas Polrestabes Surabaya karena dampak corona. Mereka memanfaatkan itu," Kata Argya, Minggu (10/5/2020).

 

Setelah melakukan penyelidikan, lanjut Argya, anggota Reskrim berhasil mengamankan Ainul Rofiq beserta barang bukti berupa SIM A dan STNK palsu. Dari hasil pengembangan, saat polisi melakukan penggeledahan di rumah Ainul, anggota Reskrim menemukan barang bukti berupa STNK palsu , SIM A dan C palsu,  kertas foto, stempel, laptop, printer, gunting, penggaris, pensil 2B, silet, kertas gosok, beb castel (pewarna), dan alat-alat untuk membuat dokumen palsu. "Seluruh barang bukti itu kami bawa ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan selanjutnya, " Tambah Agya.

 

Dari hasil pemeriksaan, untuk membuat STNK palsu, dengan memanfaatkan STNK yang sudah tidak berlaku, pelaku mengerikan tulisan di STNK tersebut dan diganti dengan nopol baru menggunakan pencil 2 B kemudian diberi lem glukol dan dikeringkan. Sedangkan pembuatan SIM palsu, pelaku menggunakan kertas foto yang diprint. Sementara SIM yang sudah habis masa berlakunya dirubah menjadi masa berlaku hidup.

 

"Tapi pelaku tidak menyadari jika pejabat yang bertanda tangan di SIM tersebut adalah pejabat lama, jadi kami bisa mengetahui jika SIM tersebut palsu," jelas Argya.

 

Sedangkan pelaku Sumarno alias Gondrong dan Seftiani berperan mencarikan bahan STNK yang sudah tidak berlaku. Oleh Ainul, STNK tersebut dirubah masa berlakunya sehingga STNK itu masih tetap berlaku. "Perbuatan para pelaku ini mengakibatkan kerugian negara dari sisi pendapatan pajak. Kami masih melakukan pengembangan," tutup Agya.

 

Para pelaku dijerat dengan pasal 263  ayat (1) dan ayat (2) KUHP tentang tindak pidana memalsukan Surat yang berisi “(1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun. (2) Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.” jem

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…