Kepoin Strategi Kerala yang Dapat Tekan Wabah Corona di India

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Fasilitas cuci tangan seperti ini banyak ditemukan di banyak tempat di negara bagian Kerala. SP/ Getty Images
Fasilitas cuci tangan seperti ini banyak ditemukan di banyak tempat di negara bagian Kerala. SP/ Getty Images

i

New Delhi - 

Ketika Kerala, di barat daya India, mencatat kasus Covid-19 untuk pertama kalinya, tampaknya negara bagian terpadat kedua di India itu akan kewalahan.

Kerala merupakan negara bagian pengirim pekerja migran, dan ekonominya bergantung pada kiriman uang pekerja mereka khususnya yang bekerja di negara-negara Teluk.

Antisipasi

Sebagian besar keberhasilan ini disebabkan oleh kewaspadaan dan perhatian besar yang diberikan oleh pemerintah negara bagian.

Kerala dianggap jauh lebih siap, dibandingkan negara-negara bagian lain di India, dalam menangani wabah Covid-19. (Getty Images)

Pada tanggal 25 Maret, Kerala menerapkan karantina penduduk, sebelum pemerintah pusat menetapkan kebijakan ini.

Mereka melakukan strategi pelacakan kontak yang tekun, merinci "peta jalan orang-orang yang datang dari luar negeri.

Mereka juga membuat pusat informasi Covid-19 di seluruh distrik untuk mengakomodasi orang asing yang terperangkap di sana.

Tenaga kesehatan menyediakan pertolongan kepada orang tua yang hidup sendirian, terutama yang berkebutuhan khusus.

Psikolog melakukan ratusan ribu kali panggilan telepon untuk membantu masalah psikologis staf yang bekerja di wilayah infeksi, agar mereka bisa mengelola stres.

Ini tidak berarti Kerala melakukan banyak tes, kata Soutik Biswas, wartawan BBC di India.

Mereka melakukan tes sesuai dengan protokol yang ditetapkan oleh pemerintah federal. Ada belasan laboratrium yang melakukan 800 tes setiap harinya.

Namun yang membuat perbedaan, menurut para ahli, adalah sistem kesehatan yang tangguh di Kerala.

Ditambah lagi budaya demokrasi yang tumbuh di tingkat akar rumput yang memungkinkan pendelegasian wewenang kepada dewan-dewan komunal.

Dewan-dewan ini dipilih langsung oleh rakyat dan mewakili struktur pemerintahan tingkat terendah di India.

"Kami mempersiapkannya sejak sangat awal. Kami sadar akan datang badai, maka kami membangun pertahanan, kata Shahina Saleem, ketua dewan komunal Chengala, satu desa pertanian dengan 66.000 penduduk.

Contoh Chengala terlihat di seluruh negara bagian.

Dewan melakukan penyebaran informasi ke komunitas, melacak kontak orang terinfeksi, serta menerapkan karantina penduduk secara massal.

Pemerintah Kerala setiap hari menyampaikan informasi mengenai perkembangan situasi.

Cepat tanggap

Di puncak sistem ini adalah KK Shailaja, seorang perempuan yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan Kerala. Ia juga anggota Partai Komunis India.

Tiga hari sesudah mendengar tentang virus ini di China, Shailaja rapat dan membentuk tim cepat tanggap.

Mereka mendirikan kantor pengendalian, di ibu kota negara bagian dan juga di 14 distrik di sana.

Investasi dalam bidang kesehatan dan pendidikan

Tanggapan pemerintah yang cepat ini mengikut pada model ekonomi dan politik negara bagian Kerala yang sudah dibangun lebih dari setengah abad.

Selain itu mereka melakukan desentralisasi sistem kesehatan, serta investasi di pendidikan publik.

Setiap desa memiliki satu pusat layanan kesehatan, dan ada rumah sakit di setiap tingkat administrasi serta 10 rumah sakit universitas.

Kerala memiliki tingkat harapan hidup tertinggi dan kematian bayi terendah di antara seluruh negara bagian lain di India, sekalipun ia merupakan salah satu negara bagian termiskin.

Sistem kesehatan yang beroperasi tiga tingkat di bawah rumah sakit pemerintah, merupakan hasil investasi sistem kesehatan yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad.

"Kerala berinvestasi di kesehatan dan pendidikan lebih daripada negara bagian yang lain, kata ahli ekonomi Dr Jakob John kepada BBC.

Persiapan

Tahun 2018, Kerala diserang oleh infeksi virus nipah yang sangat mudah menular. Virus ini menyebabkan masalah pernapasan akut serta ensepalitis yang mematikan.

Menurut Shailja, epidemi nipah ini menyiapkan mereka menghadapi Covid-19 karena ia sadar bahwa untuk menghadapi wabah tanpa obat dan tanpa vaksin hanya bisa dengan bertindak serius dan persiapan yang memadai.

Sekalipun Kerala berhasil mengendalikan wabah virus corona, mereka belum bisa mendeklarasikan kemenangan karena 70% populasi di luar mereka masih bermasalah.

Kerala merupakan negara bagian dengan penyakit menular terbanyak di India.

Selain itu kedatangan musim penghujan bulan Juni kerap diikuti oleh penyakit-penyakit seperti influenza, demam berdarah dan sejenis tifus.

Gejala pada penyakit-penyakit tersebut adalah demam, dan ini bisa mempersuilt diagnosa Covid-19, demikian dokter sudah memperingatkan.

Pelonggaran bertahap juga akan diikuti oleh aliran masuk pekerja migran dari luar negeri dan negara bagian lain.

Ini akan berdampak pada peningkatan pengawasan yang berarti lebih banyak ongkos yang harus ditanggung pemerintah. (dc/bbc/cr-02/dsy)

Tag :

Berita Terbaru

Aaliyah, Dapat Kejutan Romantis

Aaliyah, Dapat Kejutan Romantis

Rabu, 29 Jul 2026 07:18 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 07:18 WIB

SURABAYAPAGI.com - Aaliyah Massaid mendapat kejutan romantis dari sang suami, Thariq Halilintar, tepat di anniversary pernikahan mereka. Sebuah rangkaian bunga…

Atasi Bentrokan Maut, Pemprov DKI Libatkan TNI - Polri

Atasi Bentrokan Maut, Pemprov DKI Libatkan TNI - Polri

Rabu, 29 Jul 2026 07:15 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 07:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bentrokan maut yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), yang menyebabkan satu jiwa dari sekelompok orang…

Modus Baru, 7 kg Sabu Dikubur

Modus Baru, 7 kg Sabu Dikubur

Rabu, 29 Jul 2026 00:19 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:19 WIB

SURABAYAPAGI.com - Dalam pengungkapan kasus Narkoba, polisi menangkap tiga tersangka dengan barang bukti 7 kilogram sabu. Direktur Reserse Narkoba Polda Riau…

Chat WA Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Diajukan ke Sidang Praperadilan

Chat WA Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Diajukan ke Sidang Praperadilan

Rabu, 29 Jul 2026 00:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:16 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan telah mengantongi sejumlah alat bukti dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi…

Tim 9 Kejagung Baru Periksa Satu dari 4 Saksi Penyidik Polri

Tim 9 Kejagung Baru Periksa Satu dari 4 Saksi Penyidik Polri

Rabu, 29 Jul 2026 00:13 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:13 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna melalui keterangannya menjelaskan Selasa (28/7) tim Sembilan Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan…

Pejabat Bea Cukai Golongan III D, Terima Gratifikasi Rp 7,6 Miliar

Pejabat Bea Cukai Golongan III D, Terima Gratifikasi Rp 7,6 Miliar

Rabu, 29 Jul 2026 00:10 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:10 WIB

SURABAYAPAGI.com - Budiman Bayu Prasojo (BBP), selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Bea Cukai, didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 7,6 miliar. Jaksa…