PDIP Manfaatkan Injury Time

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu peneliti di Surabaya Survey Centre (SSC), Edi Marzuki
Salah satu peneliti di Surabaya Survey Centre (SSC), Edi Marzuki

i

 SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Diakui beberapa kalangan, kontestasi Pilwali Surabaya 2020 ini masih bisa dimainkan beberapa kubu. Apalagi, PDIP masih belum menurunkan siapa calon yang akan direkomendasikan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Hal itu diungkapkan salah satu peneliti di Surabaya Survey Centre (SSC), Edi Marzuki, saat dihubungi Surabaya Pagi, Rabu (10/6/2020).

Menurut Edi Marzuki, siapa kemungkinan yang bakal diusung oleh PDIP untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Walikota Surabaya mendatang, dan siapa wakil dari MA, masih belum mempunyai gambaran yang spesifik hingga sekarang. Intinya kedua kubu ini saling menunggu hingga detik akhir.

"PDIP itu biasanya memanfaatkan injury time, jadi jika pendaftarannya akan ditutup maka surat rekomendasi itu akan diturunkan. Begitu pun juga MA, pasti juga akan menunggu PDIP dulu untuk mengumumkan wakilnya dan menentukan strategi selanjutnya," pungkasnya

Apalagi, tambah Edi, masih ada dua partai yang belum menentukan arah koalisi, yakni PKS dan PSI. Menurutnya, kedua partai ini pun, bila geser ke PDIP atau ke MA, sama-sama tak berpengaruh besar.

"Untuk faktornya masih belum jelas, tapi sebenarnya secara signifikan suaranya masih minim dan belum seberapa berpengaruh. Jadi mau kemana pun pengaruhnya kecil," ujar Edi.

Namun dalam hal ini dirinya menjelaskan kemungkinan yang terjadi jika PSI merapat ke dalam gerbong koalisi Machfud Arifin (MA). "Jika misalnya PSI ke kubu MA, PDIP bisa-bisa akan sendirian. Karena dari ideologi dan tradisi partai, hampir mustahil jika PKS ke PDIP," jelasnya.

Sebagai salah satu peneliti di SSC, Edi juga mengatakan jika masih ada peluang untuk kedua partai ini menentukan arah koalisi kemana saja. Dalam hal ini, dirinya mempunyai prediksi untuk kedua partai ini akan merapat ke koalisi mana saja. "Semua masih mungkin terjadi, tapi kalau prediksi saya ya PSI ke PDIP dan PKS ke koalisi MA," kata Edi.

Terpisah, Ucu Martanto, pengamat politik dari Universitas Airlangga dengan penundaan Pilwali Surabaya menjadi 9 Desember 2020. Ditambah masih pasifnya sikap PDIP, membuat dirinya masih belum mampu memprediksi Pilwali Surabaya mendatang.

Untuk PDIP, selain DPP belum mengajukan nama, ketua umum PDIP juga mempunyai preferensi tersendiri untuk memilih bakal calon tersebut. "Nama-nama itu mempunyai peluang yang sama besarnya. Siapapun yang terpilih, sekarang harus memanfaatkan kondisi ini untuk menunjukkan kualitas mereka kepada PDIP dan masyarakat." ujar Ucu.

Dirinya juga mengaku ada kemungkinan manufer politik berupa mutasi koalisi dalam pilwali kali ini. Entah itu ada salah satu parpol yang keluar dari koalisi MA dan membentuk poros baru, atau PSI dan PKS yang menentukan sikapnya untuk bergabung di salah satu koalisi, atau bahkan membentuk poros ketiga untuk melawan kedua poros yang ada. adt

Berita Terbaru

Imbas Kebakaran Karhutla, Jalur Pendakian Gunung Carenge Bondowoso Ditutup

Imbas Kebakaran Karhutla, Jalur Pendakian Gunung Carenge Bondowoso Ditutup

Selasa, 25 Agu 2026 15:27 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Sempat menjadi buah bibir sebagai destinasi favorit baru dalam beberapa bulan terakhir, justru saat ini pendakian Gunung Carenge…

Pelajar di Trenggalek Kini Bisa Menabung Lewat Program Sangu Sampah

Pelajar di Trenggalek Kini Bisa Menabung Lewat Program Sangu Sampah

Selasa, 25 Agu 2026 15:18 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Melalui program Sangu Sampah yang merupakan program baru di Kabupaten Trenggalek, kini pelajar diwilayah tersebut memiliki cara…

10.364 Warga Terdampak Kekeringan di Malang Dapat Bantuan 363.800 Liter Air Bersih

10.364 Warga Terdampak Kekeringan di Malang Dapat Bantuan 363.800 Liter Air Bersih

Selasa, 25 Agu 2026 15:11 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Selama 8-23 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan 363.800 liter air bersih kepada warga…

Dorong Fasilitasi Kesehatan Masyarakat, Dinkes Malang Kejar Target CKG Nasional 46 Persen

Dorong Fasilitasi Kesehatan Masyarakat, Dinkes Malang Kejar Target CKG Nasional 46 Persen

Selasa, 25 Agu 2026 15:05 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka memenuhi target capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) nasional 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang masih akan…

Pemkab Probolinggo Dorong Percepatan Pendaftaran Deskripsi IG Kopi Arabika Krucil

Pemkab Probolinggo Dorong Percepatan Pendaftaran Deskripsi IG Kopi Arabika Krucil

Selasa, 25 Agu 2026 14:58 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Guna mendukung proses pendaftaran produk kopi khas Kecamatan Krucil, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus mendorong…

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkot Batu Tata Kawasan Jalan Bukit Berbunga Sidomulyo

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkot Batu Tata Kawasan Jalan Bukit Berbunga Sidomulyo

Selasa, 25 Agu 2026 14:51 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 14:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai langkah strategis untuk memperkuat potensi ekonomi kerakyatan di tingkat desa, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus…