Nelayan dan Petani Ancam Demo PT Bumi Subur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa nelayan berkumpul saat diwawancarai media. SP/Lim
Beberapa nelayan berkumpul saat diwawancarai media. SP/Lim

i

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang -  Masyarakat dusun Meleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun yang terdiri dari petani dan nelayan kompak akan mengunjuk rasa pihak tambak jika tetap tidak menghiraukan aspirasi masyarakat.

Pasalnya, para nelayan baik dari Desa Meleman maupun dari desa disekitarnya merasa dirugikan karena pembuangan limbah PT Bumi Subur yang mengusir ikan hingga mengakibatkan pendapatan para nelayan menjadi minim.

Hal senada juga dirasakan para petani yang kesulitan karena lahan sawahnya yang tidak produktif akibat adanya rembesan air asin.

Ada beberapa kelompok masyarakat  yang terdiri dari  kelompok petani, kelompok nelayan, dan tokoh masyarakat  Dusun Meleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun dengan kompak ingin ngluruk menuju tambak udang yang ada di Dusun Meleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang.

Tambak udang yang ada di Dusun Meleman ini adalah PT. Bumi Subur   yang sudah beroperasi selama kurang lebih 30 tahun yang di kelola oleh seorang  dari kota Banyuwangi.

Harusnya dari pihak PT tersebut bisa bertanggung jawab terhadap masyarakat, terutama di lingkungan setempat. Karena selama ini tambak tidak pernah memikirkan bagaimana keluhan masyarakat  yang ada.

Menurut salah satu warga setempat, menjelaskan kepada awak media saat di konfirmasi bahwa tanah puluhan hektar milik warga yang ada di sekitar tambak Meleman menjadi tidak produktif akibat terkena rembesan air asin.

Mereka sudah lama bersabar karena tidak bisa berbuat apa apa karena  dirinya sudah lama mengeluh kepada pihak PT, Bumi Subur terkait tanahnya yang kena rembesan air asin hingga tanahnya tidak produktif. Namun keluhan tersebut diabaikan oleh pihak tambak hingga saat ini.

Oleh karenanya, warga yang sudah menahan kesabaran dan mengalah kepada pihak tambak selama 30 tahun itu akan bertindak menuntut haknya dan tambak tersebut agar ditutup.

"Sudah lama kami bersabar kira kira 30 tahunan gara gara tambak udang  masyarakat Meleman hidup susah karna tanahnya tidak bisa produksi hingga hidup jadi sengsara", ungkap masyarakat  setempat.

Di sisi lain dari desa tetangga juga banyak yang mengeluh karena ladangnya selalu  kena banjir bila musim hujan gara gara aliran sungai tidak begitu lancar karna ada penyempitan ke sungai di duga oleh  lokasi tambak tersebut.

Adapun beberapa desa yang terkena dampak akibat adanya tambak di antaranya, Desa Wotgalih , Desa Pelanggaran , Tunjungrejo dan desa Darungan.

 Para nelayan  yang berasal dari desa Paseban mereka kompak menuntut agar tambak di tutup.

Pasalnya, saat waktu proses panen udang diduga pihak tambak menggunakan obat untuk memudahkan menangkap udang. Namun, akibat pemberian obat tersebut menyebabkan air limbah yang lolos mengalir terus ke sungai dan langsung ke laut tanpa adanya hendapan (tandonan).

Limbah yang langsung mengalir tersebut mencemari sungai dan laut yang akibatnya membuat ikan menjauh.

Dari hal ini, mengapa pihak tambak tidak berfikir panjang dengan menyediakan tandonan untuk limbah tersebut?

Para nelayan yang mengeluh sempat melakukan aksi demo kecil-kecilan kepada pihak tambak PT Bumi Subur, namun tetap saja tidak ada tanggapan positif dari pihak tambak. Justru pihak tambak merayu para nelayan dengan janji ajan dipekerjakan sebagai karyawan.

Menurut kelompok nelayan di desa Paseban yang kurang lebih jumlahnya  500- an itu sepakat mulai hari  Minggu (20/06/20), mereka akan maju untuk meminta PT Bumi Subur membuat tandonan agar limbah tidak langsung mengalir ke sungai dan laut. Dengan begitu para ikan tidak menjauh dan tangkapan para nelayan bisa  meningkat.

"Ya betul sekali saya atas nama perwakilan dari segenap para nelayan khususnya dari nelayan desa Paseban angkat bicara, kepada pihak tambak PT.  Bumi Subur, kami  sudah cukup sabar dari dulu tetapi sekarang sudah  tekat untuk maju membela hak para nelayan  supaya memenuhi permintaan kami dengan membuat tandon untuk limbah jika tidak kami pastikan unjuk rasa dan tutup tambak," tegas perwakilan para nelayan tersebut. (Lim)

Berita Terbaru

IndoBuildTech Kembali ke Surabaya, Industri Konstruksi Jatim Bidik Peluang Bisnis dan Proyek

IndoBuildTech Kembali ke Surabaya, Industri Konstruksi Jatim Bidik Peluang Bisnis dan Proyek

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pasar konstruksi dan industri bahan bangunan di Jawa Timur kembali menjadi perhatian melalui penyelenggaraan IndoBuildTech Expo S…

Hadir Di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Akan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA

Hadir Di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Akan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA

Selasa, 15 Sep 2026 17:31 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam…

Kapolres Blitar Berbela Sungkawa Korban Kapal Virgo Transport, Langsung Bertakziah ke Rumah Korban

Kapolres Blitar Berbela Sungkawa Korban Kapal Virgo Transport, Langsung Bertakziah ke Rumah Korban

Selasa, 15 Sep 2026 16:35 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Peristiwa tenggelamnya Kapal Virgo Transport, menyisakan duka yang mendalam warga Kabupaten Blitar yang menjadi korban. Termasuk…

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Manajemen BRI Blitar Hadir Lebih Dekat menyapa Nasabah

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Manajemen BRI Blitar Hadir Lebih Dekat menyapa Nasabah

Selasa, 15 Sep 2026 16:34 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Senyum  sapaan hangat mewarnai peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 di BRI Blitar. Mengusung tema Think Customer, BRI …

20 Kotak Ganja Disembunyikan dalam Bodi Vespa, Terbongkar Gara-gara SOP J&T Cargo

20 Kotak Ganja Disembunyikan dalam Bodi Vespa, Terbongkar Gara-gara SOP J&T Cargo

Selasa, 15 Sep 2026 16:31 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Modus penyelundupan narkotika dengan menyembunyikan ganja di dalam bodi sepeda motor Vespa akhirnya terbongkar bukan karena p…

Masjid Al-Ikhlas Ponorogo Terbakar, Api Muncul Usai Shalat Zuhur

Masjid Al-Ikhlas Ponorogo Terbakar, Api Muncul Usai Shalat Zuhur

Selasa, 15 Sep 2026 16:30 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, terbakar usai pelaksanaan shalat Zuhur, Senin…