KPAI: 54% Guru Dukung KBM Dibuka 13 Juli

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komisioner KPAI, Retno Listyarti
Komisioner KPAI, Retno Listyarti

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk segera merampungkan kurikulum darurat modul pembelajaran bagi guru dan siswa di tengah masa pandemi virus corona (covid-19). Dimana, Kemdikbud, sedianya akan memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka pada 13 Juli mendatang. Karena KBM tatap muka masih lebih efektif ketimbang KBM secara daring.

Dalam survey yang digelar KPAU, sebanyak 54 persen guru mendukung Pemerintah untuk kembali membuka aktivitas Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada 13 Juli mendatang.

Retno menyatakan meski persentase setuju dan tidak setuju beda tipis, namun dari 18.111 responden guru dari peta responden yang tersebar di 34 Provinsi dan 417 Kabupaten/Kota. Sebanyak 54 persen guru menyatakan setuju sekolah kembali dibuka sementara 46 persen sisanya menolak.

"Saya ingin memberikan ruang untuk orang tua, guru dan murid mempengaruhi kebijakan publik sebenarnya, pertanyaan tentang 13 Juli 2020 sekolah dibuka, hasilnya guru dalam survei ini sama dengan murid, setuju untuk dibuka," ujar Retno.

Retno menyebut alasan utama guru menunjukkan sikap dukungan sekolah kembali dibuka karena Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai tidak lagi efektif. Kompetensi guru yang rendah, penghasilan guru yang terancam, hingga keterbatasan kepemilikan gawai dan akses internet menjadi kendala para guru dalam tiga bulan belakangan ini. "Penutupan sekolah dapat mengancam penghasilan guru tidak tetap atau guru honorer," kata Retno.

 

Susun Kurikulum Darurat

Selain itu, Retno menegaskan, Kemdikbud harus segera menyusun aturan teknis sekolah di masa pandemi covid-19 serta kurikulum darurat, dalam menyambut wacana Mendikbud yang akan membuka kembali KBM tatap muka di beberapa sekolah zona hijau, Juli mendatang.

Menurut Retno, ini merupakan sebuah PR besar bersama karena nanti jam belajar siswa diperpendek dan pembagian kuota ajar siswa akan membuat tenaga pendidik kewalahan dalam mengajar. Kemdikbud, kata Retno, harus memberikan perhatian ekstra kepada para guru terkait waktu ajar dan bagaimana penyederhanaan materi yang tepat diajarkan, namun tetap tidak mengurangi kualitas bahan ajar siswa.

Apalagi para guru sudah mengalami banyak kendala saat mengajar di dalam situasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakoni dalam tiga bulan belakangan ini. "Kemdikbud bilang zona hijau sekolah dibuka, kalau orang tua tidak mengizinkan anaknya sekolah maka tetap harus dilayani dengan cara yaitu PJJ. Sudah murid dibagi dua, mengajar materi dua kali, sudah harus ngurusi PJJ lagi," katanya.

Kendati demikian, Retno menilai upaya Kemdikbud dalam memberikan opsi kepada orang tua memilih keberlangsungan sekolah anaknya merupakan langkah yang bagus. "Kami sangat apresiasi hak anak dikedepankan, namun mekanismenya harus dibikin oleh Kemdikbud karena ini akan jadi beban bagi guru dan sekolah," ujar Retno. jk/erk

Berita Terbaru

Musrenbang Kecamatan Magersari jadi Pembuka Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto 2027 di Tingkat Kecamatan

Musrenbang Kecamatan Magersari jadi Pembuka Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto 2027 di Tingkat Kecamatan

Senin, 23 Feb 2026 14:14 WIB

Senin, 23 Feb 2026 14:14 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai salah satu instrumen perencanaan pembangunan dengan pendekatan bottom …

Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan

Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 23 Feb 2026 14:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 14:08 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - BPJS Ketenagakerjaan (Bpjamsostek) Cabang Mojokerto gencar melaksanakan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan.  Salah s…

Gedung Baru 8 Lantai RSI Siti Aisyah Diprotes Warga, DPRD Akan Panggil Manajemen 

Gedung Baru 8 Lantai RSI Siti Aisyah Diprotes Warga, DPRD Akan Panggil Manajemen 

Senin, 23 Feb 2026 12:28 WIB

Senin, 23 Feb 2026 12:28 WIB

‎‎SURABAYA PAGI, Madiun- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun bakal memanggil manajemen RSI Siti Aisyah, dalam waktu dekat. Pemanggilan ini men…

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…