Ogah Gegabah, Wali Kota Perpanjang Masa Sosialisasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat jumpa pers dengan awak media, Selasa (14/7/2020).SP/Dwy Agus Susanti
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat jumpa pers dengan awak media, Selasa (14/7/2020).SP/Dwy Agus Susanti

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Desakan wakil rakyat untuk mengkaji ulang Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pedoman tatanan normal baru ditengah pandemi covid-19 mulai di respon Wali Kota, Ika Puspitasari. 

Petinggi Pemkot ini, memberi toleransi perpanjangan waktu sosialisasi aturan hingga 14 hari kedepan. Tak hanya itu, Wali Kota juga akan memberlakukan pengawasan dan evaluasi selama dua minggu sebelum memberlakukan peraturan tersebut.

"Perwali Nomor 55 Tahun 2020 belum resmi kita berlakukan, ini masih masuk tahapan sosialisasi," ujarnya saat jumpa pers dengan awak media di rumah dinas Wali Kota, Selasa (14/7/2020) siang.

Ning Ita menyebut, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum kebijakan tersebut positif diberlakukan. Diantaranya harus melewati masa sosialisasi, pengawasan serta evaluasi terlebih dahulu. 

"Semua ada masanya, soasialisasi kita beri waktu selama 4 minggu, karena banyak lokus sasaran yang menjadi obyek sosialisasi perwali tersebut. Setelah itu baru kita lakukan evaluasi serta pengawasan sebelum kemudian dijalankan," sergahnya.

Ia juga menandaskan, jika tak menutup kemungkinan terjadi perubahan yang fleksibel dalam perwali tersebut nantinya. Ini lantaran, Pemkot Mojokerto masih terbuka untuk menerima masukan dari elemen masyarakat yang terlibat dalam tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid - 19 Kota Mojokerto. 

"Kita tidak kaku dalam menerapkan aturan, kita penuhi dulu apa yang menjadi kekurangan sebelum akhirnya diberlakukan. Intinya Perwali ini kita terapkan bukan untuk menakuti masyarakat tapi lebih kepada melindungi masyarakat dari ancaman virus berbahaya ini," ujarnya.

Ning Ita juga menambahkan, dalam kasus darurat bencana atau kejadian luar biasa (KLB) sangat dimungkinkan jika aturan terus berubah. Pasalnya, ini mengikuti petunjuk dari pemerintah pusat dan provinsi yang juga terus berubah-rubah. 

"Ini situasi wajar ditengah bencana, bayangkan saja dalam seminggu aturan itu bisa berubah, dan kita pun harus tanggap serta dinamis merespon perubahan itu. Kalau gak gitu kita akan tertinggal jauh," tegasnya.

Ning Ita mencontohkan, WHO saja sebagai organisasi kesehatan tertinggi di dunia juga tak konsisten dalam menentukan kebijakannya. "Awal dulu, WHO merekomendasikan untuk melakukan rapid test guna mendeteksi ada tidaknya virus corona di tubuh manusia. Kini berubah lagi, malah rapid dibilang gak efektif," terangnya.

Ning Ita juga menargetkan akhir bulan ini ada goal positif terkait penurunan grafik positif covid-19 Kota Mojokerto. Keyakinan ini menguat, lantaran banyaknya jumlah angka sembuh hasil tes swab kedua dari pasien OTG. 

"Dari 154 jumlah positif covid itu 111 diantaranya adalah OTG. Kita sudah treatment mereka dengan memberikan probiotik secara rutin. Hasilnya di tes swab kedua banyak yang sudah negatif. Kini mereka cuma tunggu hasil swab ketiga sebagai syarat dinyatakan sembuh," terangnya.

Ia juga mengaku tak khawatir dengan terus bertambahnya grafik positif covid di wilayahnya. Sebab ini adalah hasil dari masifnya rapid tes dan swab yang digencarkan Pemkot Mojokerto. "Kalau kita tak masif ya tak bakal naik grafiknya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa menggugah kesadaran masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena kunci dari keberhasilan kita adalah partisipasi masyarakat," imbuhnya. 

Sementara itu, sebelumnya anggota DPRD Kota Mojokerto meminta agar Perwali Nomor 55 tahun 2020 untuk dikaji ulang. Hal itu menyusul adanya pemberian sanksi denda bagi yang tidak memakai masker, dan itu dinilai memberatkan masyarakat. dwy

Berita Terbaru

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Harti, ibu kandung Dini Hardiyanti (30) meminta tersangka Dwi Bagus dihukum seberat-beratnya, bahkan ia menuntut hukuman mati. Harti …

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan disebut sempat dijemput oleh Polda Jatim di kediamannya pada 19 Oktober 2026…

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Erica Natasha Risakotta diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas perkara kecelakaan beruntun yang menewaskan Rachmad P…

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra…

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

SURABAYAPAGI.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan format laporan keuangan digital guna memudahkan pengurus BUMDes di D…

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing produk fesyen Indonesia melalui integrasi i…