Fraksi PKB Tolak LKPJ Pemkot Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekretaris Fraksi PKB, Mahfudz. SP/SP
Sekretaris Fraksi PKB, Mahfudz. SP/SP

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Fraksi PKB menolak LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban) Pemerintah Kota Surabaya, hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Fraksi PKB, Mahfudz yang ditemui Surabaya Pagi.Mahfudz dengan tegas menolak, sebab fraksi PKB belum menerima laporan hasil audit BPK yang diminta kepada Pemerintah Kota Surabaya pada beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, terbentuknya pansus LKPJ seharusnya sudah dengan membawa lampiran audit BPK."Dari awal kita tidak diberikan lampiran audit BPK. Harusnya ketika pansus LKPJ di bentuk itu ada di lampiri audit BPK, karena ini alat kita untuk mengoreksi dan berikan rekomendasi-rekomendasi" ungkapnya kepada Surabaya Pagi.Mahfudz mengaku bila fraksi PKB menunggu hingga pembacaan di Paripurna, namun tetap saja pihak Pemkot tidak melampirkan audit BPK.

Fraksi PKB kemudian sepakat untuk menolak hasil, yang dihasilkan oleh Pemkot dalam 2018-2019 , sebab menurutnya fraksi PKB  tidak tahu, serta hanya adanya laporan audit BPK WTP (Tanpa Pengecualian)"Mangkanya kita konsisten sejak awal, kalau sampai pandangan akhir kita masih belum menerima salinan itu maka kita menolak. Kita konsisten dan tidak memberi catatan, kita tidak memberi rekomendasi, kita tidak memberi masukan, karena hasil audit BPK sampai detik ini tidak kita terima" tegasnya.

Saya tidak menyalahkan siapapun, yang kami salahkan adalah Pemerintah Kota, yang tidak menyerahkan audit BPK ke kita.Mahfudz menambahkan bila Pemerintah Kota Surabaya dirasa tidak punya itikad baik kepada DPRD Kota Surabaya."Kalau Pemkot punya itikad baik, maka kasihlah ke kita, kan kita bagian budgeting. Waktu meminta anggaran pertimbangan bla-bla-bla, tapi ketika pertanggung jawaban kita tidak diberikan itu. Fraksi PKB sampai hari ini belum menerima satupun lampiran itu" pungkasnya.Byta

 

Berita Terbaru

Penganggaran JKN Rp38 Miliar Dinkes Madiun Dipersoalkan

Penganggaran JKN Rp38 Miliar Dinkes Madiun Dipersoalkan

Kamis, 26 Feb 2026 09:17 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 09:17 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun - Polemik penganggaran swakelola di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun kembali mencuat. Setelah sorotan terhadap input swakelola…

Kejati Jatim Ungkap Skema Rangkap Jabatan Guru dan Pendamping Desa di Probolinggo

Kejati Jatim Ungkap Skema Rangkap Jabatan Guru dan Pendamping Desa di Probolinggo

Kamis, 26 Feb 2026 07:08 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 07:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan gaji atau honor ganda akibat rangkap jabatan di Kabupaten P…

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…