Momen Idul Adha, RPH Surabaya Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
RPH Surabaya melakukan protokol kesehatan yang cukup ketat di lingkungan pemotongan, ruang tunggu, hingga tempat packing.SP/BYTA
RPH Surabaya melakukan protokol kesehatan yang cukup ketat di lingkungan pemotongan, ruang tunggu, hingga tempat packing.SP/BYTA

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya pada momen Idul Adha 1441 H sepertinya melakukan rutinitas yang cukup berbeda pada tahun-tahun sebelumnya.

RPH Surabaya kali ini,  melakukan protokol kesehatan yang cukup ketat di lingkungan pemotongan, ruang tunggu, hingga tempat packing. Tidak hanya itu, RPH Penggirian juga menyediakan antisipasi terhadap hal-hal yang tidak di inginkan dengan menghadirkan Tim Kesehatan untuk mengawasi dan melakukan pertolongan pertama.

Romi Wicaksono, Direktur Keuangan RPH Surabaya menegaskan salah satu penerapan protokol kesehatannya adalah dengan memberikan jarak kepada masyarakat yang menggunakan jasa pemotongan hewan dengan menyediakan televisi khusus bagi saksi yang ingin melihat penyembelih kurban.

“Kami memberikan jarak dengan menyediakan ruang tunggu dan menhadirkan televisi untuk memantau penyelembelihan hewan kurban. Jadi hanya maksimal 2 saksi saja yang bisa melihat" tuturnya kepada Surabaya Pagi.

Romi kemudian melanjutkan bila biaya untuk  pemotongan hewan dikenakan tarif 2,5 juta rupiah tiap seekor sapi. Sudah termasuk biasa pengemasan, pemotongan hingga pengantaran sesuai tempat yang diinginkan konsumen.

“Kami tidak mengambil sedikitpun daging kurban milik konsumen. Kami di sini hanya menyembelih saja. Baik kepala, kaki sampai ekor akan kami kembalikan kepada konsumen,” lanjutnya.

PLT Dirut RPH Surabaya, Bela Bima juga menjelaskan bila tahun ini siap memotong ratusan ekor sapi dengan menjaga protokol kesehatan yang sudah di tetapkan berdasarkan surat edaran Walikota Surabaya.

"Tahun ini memang beda, tapi kami siap hingga ratusan ekor sesuai yang kami targetkan. Kita lakukan monitor terus, dokter hewan juga memantau protokol kesehatan" jelasnya.

Bela juga menuturkan juga bila proses packing yang dilakukan oleh RPH dengan melibatkan masyarakat setempat dengan memberikan pelatihan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

"Untuk para pengemas daging kami berikan pelatihan dari warga sekitar dengan tetap menggunakan APD. Daging kami kemas dengan besek agar lebih higenis, walaupun masih banyak masyarakat yang memilih meminta menggunakan plastik" pungkasnya.Byt

 

 

Berita Terbaru

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun, – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madi…

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus menggenjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui evaluasi dan opt…

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurda DPRD Sumenep dengan agenda Penandatanganan Naskah…

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keandalan sistem transmisi d…

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan memusnahkan 100 ton pupuk ilegal dari dua perkara pidana berbeda.…

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Warga Kota Mojokerto kini semakin mudah mengakses informasi publik. Pemerintah Kota Mojokerto memastikan berbagai informasi resmi…