Aktivis Pulau Garam Protes Aliran Dana Hibah Tidak Merata

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana di depan kantor DPRD Provinsi Jawa Timur. SP/NG
Suasana di depan kantor DPRD Provinsi Jawa Timur. SP/NG

i

SURABAYA PAGI, Surabaya – Aktivis yang tergabung dalam Perwakilan masyarakat Madura yang tergabung dalam Jaka Jatim, Lira, BEM UIN Sunan Ampel, Pusdira, Center For Islam and Democrasi Studys (Cide) akan menggelar aksi ke Indrapura dan Pemprov Jatim.

Aksi ini dilakukan karena adanya keresahan akibat dana hibah sebesar Rp 2,9 triliun yang digelontorkan tidak dirasakan warga di Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan. Bahkan, Masih ditemukan masyarakat di empat kabupaten ini hidup di bawah garis kemiskinan.

Data Cide yang dihimpun dari LHP BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur tahun 2019 menyebutkan, per 17 Maret 2020 ada dana hibah yang tidak ter-SPJ-kan sebesar Rp 2,9 triliun.

KH Imron Fatah dari Bangkalan mengaku terkejut ternyata tidak banyak manfaat bagi masyarakat di Madura.

“Kalau betul ada anggaran sebesar itu, kenapa masih ada warga miskin? Infrastruktur jalan, infrastruktur air yang masih buruk. Kan kasihan rakyat,” tegas tokoh masyarakat Madura KH Imron Fatah bersama aktivis masyarakat Madura pada wartawan, Kamis (6/8/2020).

KH Imron Fatah berharap ada transparansi penggunaan anggaran, sehingga tepat sasaran.

“Harusnya bisa dirasakan wujud pembangunan. Tapi nyatanya masih ada jalan yang rusak,” tandas dia.

Sementara Didik, Sekjen Jaringan Kawal Jatim (Jaka Jatim) menyampaikan, terindikasi beberapa Jasmas dari angggota dewan di luar Madura yang masuk keempat kabupaten di Madura. Pengawasan semakin lemah, karena bantuan dari pemerintah pusat seperti Dana Desa, Pokok Pikiran (Pikir) dari DPRD Kabupaten di Madura.

Mantan ketua cabang PMII Pamekasan ini berharap segera ada solusi. Sehingga warga di Madura bisa lebih sejahtera.

“Kita berharap ada solusi terbaik bagi masyarakat Madura,” tandas dia.

Dirinya berharap ada tatakelola keuangan dana hibah Provinsi Jawa Timur lebih akuntabel.

“Jangan sampai hanya menjadi bancaan. Karena itu harus ada tatakelola dana hibah bisa dipertanggungjawabkan secara profesional,” ujar dia.p

Berita Terbaru

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …