SCWI Soroti Dugaan Penyimpangan Penggunaan APBD Program Smart City

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Baliho Ery cahyani.SP/ALQ
Baliho Ery cahyani.SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Koordinator Surabaya Coruption Watch Indonesia (SCWI) Hari Cipto Wiyono menduga ada penyimpangan penggunaan dana program lomba Smart City yang dilakukan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

SCWI menduga Eri Cahyadi  menghabiskan anggaran yang bersumber dari APBD senilai puluhan miliar untuk membranding diri secara pribadi. "Dan itu tidak boleh," ujarnya Senin (17/8).

Hanya saja itu disamarkan lewat program lomba Smart City yang sudah berlangsung sejak tahun 2019 atau dua tahun silam. Program ini juga sempat menuai kritik dari Baliho yang tersebar. Lantaran pada gambar baliho lebih menonjolkan sosok Eri Cahyadi ketimbang program. Baliho yang terpasang sangat mirip dengan gaya orang yang sedang berkampanye juga.

Menurut dia jika Eri ingin terjun ke Pilwali akan lebih elegan jika bicara secara terang-terangan dan mengundurkan diri. "Ini kan terselubung, gunakan APBD," terangnya.

Cipto pun mengingatkan jika merujuk pada undang-undang ASN diharuskan netral dan tidak mendekati politik. "Jangan istilahnya abu-abu," tegas dia.

Bersamaan dengan tahun politik saat ini Cipto meyakini adanya kemungkinan penyelewengan dana dalam program Smart City. Untuk itu dia meminta agar pihak terkait seperti kejaksaan atau kepolisian turun melakukan pemeriksaan.

"Harus dipertanyakan anggaran itu. Hanya pencitraan nama saja. Jangan tujuan politis disalah gunakan buat kendaraan," imbuh dia.

Nama Eri Cahyadi sendiri muncul pada detik terakhir jelang pengumuman rekom Pilwali di Surabaya, Rabu (19/8) nanti. Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi menyebut empat nama berpeluang mendapat rekom. Yaitu, Whisnu Sakti Buana, Eri Cahyadi, Armuji dan Edi Tarmidi.

Keempatnya kata Kusnadi juga sudah resmi mendaftar. Mulai dari tingkat DPC PDIP, DPD PDIP hingga DPP PDIP.

Selain tiga nama yang ada Eri Cahyadi saat ini berstatus sebagai ASN aktif di Pemkot Surabaya. Dan dia juga dipastikan belum mengundurkan diri.

Eri sendiri mendaftar lewat jalur khusus di DPP PDIP. Kabar yang beredar dia didorong langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang juga pengurus Ketua DPP PDIP di bidang kebudayaan.

Eri sendiri sebelumnya selalu mengelak jika disebut mendaftar dan maju di Pilwali Surabaya. Namun, jelang detik-detik terakhir pengumuman rekom dia jarang muncul di publik lagi dan tak mau ditemui awak media di kantornya.

Eri juga selalu menghindar ketika dikonfirmasi. Media ini sudah coba menghubungi dia lewat telpon maupun pesan singkat tapi selalu tidak dia respon. Alq

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…