Ratusan Napi di Lapas Tuban, Dapat Remisi Umum di Hari Kemerdekaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemberian Remisi kepada WBP Lapas Kelas IIB Tuban.SP/SP
Pemberian Remisi kepada WBP Lapas Kelas IIB Tuban.SP/SP

i

SURABAYAPAGI.COM. Tuban - Bertepatan dengan tanggal 17 Agustus yang merupakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 75, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Tuban menerima Remisi Umum. Senin, (17/8/2020).

Dari 260 orang WBP, dengan 213 berstatus Narapidana dan 56 Tahanan di Lapas Kelas IIB Tuban, ada sebanyak 132 WBP yang mendapat pengurangan masa tahanan.

Jumlah tersebut dengan rincian sebanyak 130 orang WBP menerima Remisi Umum I (RU I) atau pengurangan masa tahanan 1-6 Bulan dan sebanyak 2 orang WBP menerima Remisi Umum II atau langsung bebas pada 17 Agustus 2020.

Kalapas Kelas IIB Tuban, Siswarno mengatakan, Remisi Umum tersebut diberikan karena WBP yang bersangkutan dianggap telah memenuhi syarat administratif dan substantif untuk mendapatkan pengurangan masa hukuman.

Diantara syarat tersebut ia sebutkan yakni telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F (Buku Catatan Pelanggaran Disiplin) serta aktif mengikuti program pembinaan di Lapas.

"Pemberian remisi ini karena WBP dianggap telah memenuhi syarat administratif dan substantif," terangnya.

Ditempat yang sama, salahsatu WBP yang mendapat Remisi Umum II, Samsuri kepada surabayapagi.com mengungkapkan jika dirinya merasa sangat senang atas Remisi yang baru saja diterima.

WBP asal Tuban yang tersandung pasal 372 itu menceritakan, jika selama melakoni masa hukumanya didalam Lapas, dirinya turut melibatkan diri menjadi salah satu guru ngaji bagi napi Lapas Kelas IIB Tuban yang lain.

Sehingga meski telah bebas dari tahanan, selain berencana untuk membuka usaha nantinya, Samsuri juga masih berniat untuk tetap meneruskan aktititasnya sebagai pengajar ngaji bagi para WBP yang masih menjalani masa kurungan di Lapas Kelas IIB Tuban.

"Perasaan saya sangat senang pak. Setelah bebas saya berencana bikin usaha dan tetap ngajar ngaji disini," tandasnya.

Berita Terbaru

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Harapan petani Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung untuk meningkatkan hasil pertanian akhirnya terwujud. Pada Kamis (25/6) Dinas P…

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…