Rekom AMP Kasus Bayi Meninggal di Jombang Keluar, Begini Hasilnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jombang, dr Vidya Buana. (SP/M. Yusuf) 
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jombang, dr Vidya Buana. (SP/M. Yusuf) 

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Audit maternal perintal (AMP) kasus ibu melahirkan tanpa bantuan tenaga kesehatan yang mengakibatkan bayinya meninggal dunia, sudah keluar, Rabu (26/8/2020).

 Audit yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan organisasi profesi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), digelar tertutup di ruang Soeroadiningrat II, Kantor Pemkab Jombang pada Selasa, (18/8/2020) kemarin siang.

 Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jombang, dr Vidya Buana mengatakan, rekomendasi yang dikeluarkan tidak menyinggung soal sanksi terhadap rumah sakit.

 "Karena AMP menganut azas no name, no blame, no shame, no pro yusticia. Artinya, AMP mengaudit berdasarkan kasus yang bertujuan untuk proses pembelajaran," katanya.

 Vidya menjelaskan, hasil AMP sudah keluar rekomendasi dan dibagi lima poin rekomendasi, yaitu untuk petugas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, rekomendasi untuk dinas kesehatan, pemerintah daerah dan masyarakat.

 "Bagi petugas kesehatan, direkomendasikan untuk meningkatkan kompetensinya dan penempatan tenaga kesehatan (nakes) sesuai kompetensi. Dminta kerja sama dengan organisasi profesi melalui review dan pembinaan, serta analisa beban kerja," jelasnya.

 Untuk fasilitas pelayanan kesehatan, papar Vidya, direkomendasikan untuk pemenuhan fasilitas perubahan pola pikir, mengukur kemampuan pelayanan RS dari sisi SDM dan fasilitas, pemenuhan indikator peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP).

 "Untuk rekomendasi terhadap dinkes, yakni soal pemetaan RS dan sosialisasi alur pelayanan maternal di era Covid-19, pembinaan dan pengawasan berkala terhadap faskes, visitasi, update kemampuan pelayanan dan pembinaan pengawasan," paparnya.

 Sedangkan rekomendasi bagi pemda, terkait dukungan pemenuhan sarana dan tenaga faskes. Untuk rekomendasi ke masyarakat, terkait edukasi ANC dan PNC terpadu, serta pelayanan rujukan.

 "Kita juga masih nunggu hasil klarifikasi dari dinkes provinsi. Kami akan menyusun rencana tindak lanjut dari hasil rekomendasi dinkes provinsi dan audit AMP sebagai upaya perbaikan pelayanan maternal perinatal di Jombang," ujarnya.

 Sementara itu, terkait penyebab bayi meninggal dunia, Vidya tidak mengungkap. Yang bisa menjawab yakni pihak Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC).

 "Bisa langsung ke dokter penanggungjawabnya ya. AMP hanya mempelajari by kasus, bukan spesifik rumah sakit A rumah sakit B. Namun perjalanan kasus kematian itu seperti apa," pumgkasnya.

 Seperti diberitakan sebelumnya, DR (27), warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang, melahirkan bayi di RS Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang tanpa ada penanganan dari tim medis.

 DR masuk rumah sakit pada Selasa, (04/8) pukul 01.30 WIB dini hari. Setelah menjalani rapid test hasilnya reaktif. Kemudian ia dipindahkan ke ruang Darussalam. Pada pukul 04.30 WIB, DR melahirkan anak ke duanya tanpa dibantu bidan atau dokter jaga saat itu.

 Setelah 30 menit bayi lahir, petugas medis baru datang. Namun, bayi yang baru dilahirkan dinyatakan meninggal dunia. Kejadian itu membuat DR dan keluarga kecewa, karena merasa ditelantarkan oleh pihak rumah sakit.Suf

Berita Terbaru

Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

Kamis, 26 Feb 2026 21:05 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 21:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Darma Lautan Utama (DLU) menggelar acara buka puasa bersama mitra usaha, agen, dan ekspedisi dengan mengusung tema “Tebar Keb…

Penanganan Ritel Modern, 3 Menteri Berseberangan

Penanganan Ritel Modern, 3 Menteri Berseberangan

Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB

Mendes PDT, Stop Ekspansi ke Desa   Mendag, Minta Indomaret dan Alfamart Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih    PDIP Dukung Rencana Penghentian Indomaret d…

Rugikan Negara Rp 200 Triliun, Eks Dirut PT Pertamina Hanya Divonis 9 Tahun

Rugikan Negara Rp 200 Triliun, Eks Dirut PT Pertamina Hanya Divonis 9 Tahun

Kamis, 26 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:55 WIB

Anak Buahnya, Edward Corne (EC) selaku eks VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Divonis 10 tahun penjara    SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks D…

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Kamis (26/2/2026) sore kemarin, KPK menetapkan seorang pegawai Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP), sebagai tersangka baru kasus s…

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dengan perpanjangan ini, ia berharap bunga kredit makin kompetitif sehingga penyaluran kredit UMKM bisa lebih kencang tahun ini.…

LPDP Minta Orang Kaya, Jangan Ambil Beasiswa Penuh

LPDP Minta Orang Kaya, Jangan Ambil Beasiswa Penuh

Kamis, 26 Feb 2026 20:41 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini keluarga mampu alias keluarga kaya diminta tak mengambil beasiswa penuh. Hal ini dimaksudkan agar anggaran beasiswa bisa…