Tawaran Emas Antam Murah, 300 Orang jadi Korban Penipuan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar akun FB bernama Ginceu Iluva saat live streaming.
Tangkapan layar akun FB bernama Ginceu Iluva saat live streaming.

i

Modus Penipuan Baru Gunakan Facebook

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kasus penipuan jual beli logam mulia emas Antam melalui media sosial Facebook memakan korban hingga ratusan orang dengan total kerugian puluhan miliar. Dari ratusan korban.

20 orang diantaranya berasal dari Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung para korban ini ada yang tertipu sampai Rp 1 miliar lebih.

Salah satu korban Vivin Mega Oktaviani (38) warga Surabaya mengatakan pelaku sangat pintar. Ia mampu meyakinkan korbannya dengan legalitas dan keaslian emasnya. Melalui siaran langsung dari Facebook atau live streaming, pelaku menjelaskan bahwa jual beli emas tersebut sah.

Tak hanya itu, korban juga diminta untuk bersabar jika sudah transfer uang. Karena emas yang dimaksudkan segera dikirim. “Awalnya ada akun FB bernama Ginceu Iluva live dan menawarkan emas Antam. Harganya Rp 600 ribuan per gram, saya sempat beli kurang lebih sekitar Rp 30 jutaan,” jelasnya, Minggu (6/9).

“Usai saya transfer, ternyata sebulan kemudian emas Antam yang dijanjikan tak juga dikirim. Saya ketipu Rp 30 jutaan dan rekan saya ada yang tertipu sampai Rp 1 miliar,” lanjut Vivin.

Karena tak ada itikad baik memberikan emas dan atau mengembalikan uang, para korban di Jatim pun membentuk asosiasi yang anggotanya sekitar 20 orang. Dalam anggota korban penipuan se Indonesia bisa mencapai 300 orang lebih.

Karena korban cukup banyak, para korban melaporkannya ke Polda Jatim dan Bareskrim Polri.

“Kami lapor langsung ke Polda dan Bareskrim Polri melalui pengacara kami. Karena kasus masih berlanjut, kita harapkan tak ada korban lain,” pungkasnya.

Tak hanya Vivin, Ully dan 11 orang lain asal Indramayu juga mengalami hal yang sama. Total kerugian yang mereka alami mencapai 1 miliar rupiah.

Ully mengatakan, kejadian bermula saat ia mengetahui temannya memesan logam mulia yang dijual dengan harga di bawah pasaran.

Akun Facebook Ginceu Iluva diduga sebagai pelaku penipuan, saat itu menjual emas dengan sistem pre order seharga 15 juta untuk logam mulia antam seberat 25 gram.

“Saya berpikir ketika dia menjual 25 gram (logam mulia-red) yang pada saat itu 23 juta, dia bisa jual 15 juta. Buat saya pribadi, karena ada teman-teman yang barangnya sampai, berarti saya berpikir ini harganya bisa murah sekali. Dia juga bilang dia kenal orang dalam, orang Antam,” ungkapnya.

Puluhan korban datangi kediaman pelaku

Karena penasaran, ia pun memberanikan diri pergi ke Jakarta dimana diduga penipu tersebut tinggal. Namun, tak disangka saat dirumah yang diyakini milik penipu tersebut puluhan orang yang diduga juga korban sudah berkumpul disitu.

“Akhirnya tanggal 1 Agustus kita rencanakan untuk ke Jakarta, untuk melihat ke lokasi alamatnya dia. Ternyata disitu sudah banyak ada puluhan orang yang memang kasusnya seperti saya,” ungkapnya.

“Akhirnya disitu dibuat grup, ternyata korbannya itu banyak sekali seluruh Indonesia. ada kurang lebih 300 orang, ada yang nilainya 1 M, ada yang ratusan juta,” tambahnya.

4 laporan polisi dilayangkan

Kuasa hukum para korban John Ferry Situmeang mengungkapkan pada awal transaksi, semua berjalan lancar sehingga membuat pembeli semakin yakin. Permasalahan mulai terjadi Juni 2020, di mana para korban sudah mulai tidak menerima logam mulia dari Gina, padahal mereka sudah membayarnya.

Hal ini menimbulkan keresahan bagi para korban, terlebih saat itu pelaku Gina sudah tidak rutin lagi live di Facebook seperti biasanya.

"Para korban di Jabodetabek mulai mencari tahu keberadaan pelaku dan berhasil menemukan Facebook aslinya bernama Drelia Wangsih dan ternyata pemilik rekening atas nama Rohimah adalah ibu kandungnya. Saat itu, pelaku masih mencoba meyakinkan para pembeli dan janji akan mengirimkan logam mulianya. Tapi sampai sekarang, banyak korban belum menerimanya dari pelaku," ujar John.

Saat ini, lanjut John, ratusan korban telah membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri, mengingat banyaknya korban yang tersebar di berbagai daerah, maka dalam kasus ini, terdapat 4 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penipuan melalui sarana elektronik.

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…