Pemimpin Kedepan, Harus Bangun Politik 5.0

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Agnes Santoso, Jurnalis TV dan Mantan Artis Cilik. SP
Agnes Santoso, Jurnalis TV dan Mantan Artis Cilik. SP

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jadi pemimpin kedepan adalah pemimpin yang kedepankan soal kemanusiaan dan peradaban, bukan semata-mata membuat program pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Kalau bicara tentang program, tinggal datangkan para ahli saja beres.

Pasalnya, Surabaya sudah mempunyai modal yang sangat baik, kegotongroyongan dan kepeloporan. Ditambah lagi dengan anak mudanya yang sangat kreatif dan produktif. Modal tersebut seharusnya bisa diolah ditangan yang benar supaya bisa berkembang, bukannya malah menjadi minus.

Bagaimana teknologi bisa membantu kita mendistribusikan kebijakan, mengendalikan pemerintahan, menggerakkan masyarakat dan menjawab keraguan.

Jadi secara konkrit, smart government connectivity and transparency, itu harus merupakan sesuatu yang bersifat timbal-balik, partisipatif dan kolaboratif, bukan sekadar tagar kosong pencitraan.

Yah, saya dapat memahami jika politik tidak terjadi di ruang hampa. Karenanya ruang-ruang politik tak boleh dipenuhi ketidakpercayaan. Sebagai upaya mewujudkan kebaikan bersama di masa depan, politik juga mestinya tidak dibangun di atas prasangka oposisi biner yang berpijak pada nalar antagonistik.

Bila saya boleh mengutip dari Parafilsuf Nuruddin Asyhadie, politik masa depan sebagai era yang ditandai kecerdasan (thinking better, serving better, performing better), keterhubungan (affective/emotional relationship), dan keterbukaan (24 hours frankly communication/kitchen in front).

Politik 5.0, itu nama kerennya. Sudah nggak lagi jamannya pemimpin show, warga tepuk tangan atau menghujat. Jamannya pemimpin dan warga membangun kota bersama.

Selain itu, dirinya menganggap jika para pasangan calon wali kota Surabaya ini gagal dalam menunjukkan kemampuan dan fungsi koordinasi.

Hal ini dikarenakan masih adanya kerumunan massa pendukung masing-masing paslon saat proses pendaftaran di KPU beberapa waktu lalu.

Saya tidak peduli sebagus apapun program kalian membangun kota, karena kalau hanya urusan membangun kota, para ahli tata kota, arsitek dan insinyur dikumpulkan pun, bisa mendiskusikan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Yang dibutuhkan warga dari seorang pemimpin adalah jiwa kepemimpinannya. Dan itu bukan tentang program membangun kota secara fisik saja. Tapi membangun manusia yang tinggal di kota itu. adt

 

Seperti yang diutarakan oleh Agnes Santoso kepada wartawan Surabaya Pagi, Aditya Putra, Kamis (10/9/2020) kemarin.

Berita Terbaru

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dipastikan bakal hadir di sidang perkara fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah…