SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Dua pasangan calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya 2020, yakni paslon Eri Cahyadi – Armuji dan Machfud Arifin (MA) – Mujiaman, sejak Sabtu-Minggu (13/9/2020) terus menggalang dukungan dan persiapan teknis hingga non teknis.
Bila Eri Cahyadi yang baru saja menjadi kader PDIP, sejak Sabtu (12/9/2020) malam, meresmikan posko pemenangan di Jalan Tambak Asri Surabaya, kemudian dilanjutkan mengikuti Sekolah calon kepala daerah (cakada) yang diselenggarakan oleh DPP PDIP.
Eri mengatakan bila posko yang didirikan bukanlah untuk pemenangan atau kekuasaan, melainkan maslahat untuk umat diharapkan berguna untuk masyarakat. "Posko adalah ketika tanggal 9 Desember untuk maslahat buat umat dan berguna untuk masyarakat," katanya.
Pada kegiatan tersebut Eri juga menyinggung beberapa bidang, seperti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), UMKM, dan para kegiatan seniman.
Dalam sambutannya, Eri Cahyadi juga mengungkapkan bila dirinya mengetahui ketidaksinkronan data dari pihak Dinas Sosial dan RT/RW. "Saya tahu kemana dan dimana anggaran Surabaya disimpan. Harus sinergi semuanya, jangan kayak sekarang, data Dinsos tidak singkron dengan RT/RW. Jangan sampai kelewatan," ungkapnya.
Eri juga menerangkan bahwa dirinya akan membantu mengurus warga yang mengalami kesulitan di tingkat RT/RW. "Kalau siap dan terpilih, saya juga siap menganggarkan Rp. 1 juta sampai Rp. 1,5 juta tiap bulannya. Tahu nggak jumlah RT se Surabaya? Ada 10 ribu, kalau di beri Rp. 1 juta, total 2 M," terangnya.
Sekolah Cakada
Kemudian, pada hari Minggu (13/9/2020), baik Eri Cahyadi dan Armuji mengikuti sekolah cakada yang digelar oleh PDIP. Bagi Eri, ini merupakan pengalaman baru. ”Saya sangat antusias. Saya sangat senang DPP PDI Perjuangan menggelar sekolah partai sebagai panduan untuk menyiapkan kepala daerah yang kompeten, punya kapasitas teknokratik, adaptif terhadap perubahan zaman, dan tetap berjiwa kerakyatan dengan kekukuhan dalam menjalankan ideologi Pancasila,” ujar Eri.
Eri memaparkan, dalam sekolah partai, disajikan berbagai best practices kebijakan prorakyat dan tata kelola pemerintahan modern berbasis digital yang bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam pembangunan saat sang calon kepala daerah terpilih dalam Pilkada. Sehingga terjadi saling berbagi inovasi dan pengetahuan yang produktif dan dinamis.
Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya yang dikenal sebagai birokrat berprestasi itu menyebut sekolah partai PDIP adalah bagian dari knowledge management (manajemen pengetahuan) khas institusi-institusi modern.
Ide Sekolah Birokrat
Sekolah partai, kata Eri, adalah proses sistematis untuk mendapatkan pengetahuan yang tepat, yang kemudian ditransmisikan ke seluruh calon kepala daerah, sehingga bisa mendorong kemajuan daerah.
Terinspirasi dari sekolah partai ini, ke depan, Eri ingin menginisiasi program sekolah serupa namun untuk kalangan birokrat. Misalnya di tingkat Puskesmas, ada sekolah kepala Puskesmas, yang bisa melibatkan praktisi kesehatan internasional.
”Dari sana kemudian ada pembudayaan inovasi. Puskesmas berlomba dalam inovasi. Ujungnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi rakyat Surabaya,” ujarnya
Persiapan Machfud Arifin
Sementara, paslon Machfud Arifin dan Mujiaman sejak Sabtu dan Minggu juga terus bergerak. Dari pantauan Surabaya Pagi, Mujiaman ditugaskan oleh Machfud Arifin untuk blusukan ke beberapa pasar di Surabaya untuk mendengarkan suara masyarakat.
Sementara, Machfud Arifin yang sedang dalam menyehatkan diri sebelum mengikuti tes kesehatan pekan depan, lebih banyak melakukan konsolidasi di dalam mulai melakukan konferensi pers virtual, hingga menerima dukungan dari Partai Perindo yang mulai mendukung paslon MA-Mujiaman di Pilwali Surabaya 2020 mendatang.
Alhamdulillah, saya tahu Partai Perindo dibawah pimpinan Pak Harry Tanoe sebagai ketua umum pusat. Kemudian hari ini DPW Perindo Jawa Timur Pak Badaruddin dan Pak Samuel dari Surabaya serta seluruh pengurusnya sudah menyatakan sikap untuk mendukung saya selaku calon Wali Kota Surabaya dan Pak Mujiaman selaku calon Wakil Wali Kota Surabaya," ujar MA, sapaan Machfud Arifin, Sabtu (12/9/2020).
Machfud Arifin sebelumnya diusung koalisi 8 partai pengusung yakni, PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Golkar dan PKS. Sedangkan partai pendukung yang sudah merapat yakni dari Perindo.
"Ini merupakan suatu kekuatan buat kami untuk bisa terus bergerak. Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada Perindo yang sudah sangat terbuka mendukung saya untuk menjadi Wali Kota Surabaya. Ini menjadi vitamin buat saya untuk terus bergerak menyapa warga," terangnya.
Mujiaman Blusukan
Bakal calon wakil wali kota (Bacawawali) Surabaya Mujiaman terus bergerak untuk mengetahui berbagai persoalan di kota tercinta ini dan mendengarkan suara masyarakat. Kali ini mantan Dirut PDAM surya sembada itu blusukan ke pasar Dupak Bandarejo dan Pasar Loak di Jl. Dupak Rukun, di kedua pasar itu Mujiaman juga mengajak para pedagang dan pembeli mengikuti protokol kesehatan, sekaligus membagikan masker, bahkan lulusan sarjana ITS ini tidak ragu memakaikan masker pada mereka yang lanjut usia.
"Kita harus melayani mereka dengan fasilitas yang menunjang. Bayangkan fasilitas air saja tidak ada saya minta maaf. Orang-orang ini tidak minta AC dan fasilitas apa-apa, tapi pemerintah yang harus memberi fasilitas yang layak agar usahanya lebih lancar dan aman," kata Mujiaman saat blusukan ke pasar loak.
Ia mengatakan, perbaikan pasar ini sangat penting karena pasar menjadi tempat perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk itu perbaikan fasilitas pasar harus dilakukan agar dapat meningkatkan kunjungan pembeli dan memberikan kenyamanan bukan hanya pada pedagang tapi juga masyarakat.
Mujiaman memandang, pemerintah harus memberikan tempat yang layak kepada warganya, terutama mereka yang berjualan di pasar. Tujuannya adalah agar usaha yang dijalankan lancar dan aman. "Taman kita rawat, pasar kita perbaiki, pasar harus menjadi terbaik di Indonesia," ucapnya. "Intinya mereka ingin sehari-hari tidak pernah putus, jangan dibongkar, diusir tapi diperbaiki agar lebih layak dan nyaman Dan kalau memakmurkan Surabaya pasar adalah kuncinya," pungkasnya. alq/byt/adt/cr2/rmc
Editor : Moch Ilham