Wabup Kunjungi Pariwisata Danau Klakah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ranu Klakah tempat pariwisata. SP/Lim
Ranu Klakah tempat pariwisata. SP/Lim

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang – Danau Klakah, salah satu wisata yang membuat indah di mata dan membuat tenang pikiran. Danau seluas kurang lebih 20 hektar yang tepatnya di Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, dimana danau tersebut jadi pemandangan yang sangat menarik bagi wisatawan, Senin (21/9/2020).

Dari pinggir danau kita bisa melihat Gunung Lemongan dan kawasan sekitar danau yang dikelilingi hutan nan asri.

Danau itu merupakan danau maar yang terbentuk karena letusan gunung berapi. Di sekitar Ranu Klakah terdapat danau maar lainnya. Seluruhnya ialah maar yang terisi air dan terbentuk karena aktivitas vulkanis Gunung Lemongan.

Di Ranu Klakah beragam jenis ikan, seperti mujair, gabus dan ikan lainnya bisa menjadi daya tarik bagi para pemancing mania.

Hayat, salah seorang pengunjung yang mengaku sering melakukan aktifitas memancing di Ranu Klakah pada wartawan awak media Menceritakan jika dirinya merasa nyaman dan mendapat ketenangan saat memancing di Ranu Klakah.

“Hampir setiap hari libur saya ke ranu klakah, disini saya mendapatkan ketenangan untuk sejenak menghilangkan rasa jenuh dari aktivitas kerja sehari-hari karena ikannya banyak,” kata Hayat

Menurutnya di Ranu Klakah selain banyak ikan, pemandangannya juga bisa membuat pikiran dan hati bisa merasakan kepuasan tersendiri. Mulai dari pemandangan air danau, persekitaran alamnya nan hijau serta Gunung Lemongan yang terlihat tinggi menjulang membuat hati lapang mengucap syukur akan anugerah Tuhan yang Maha Kuasa.

“Ranu Klakah anugerah tuhan yang patut kita syukuri, dan kita jaga kelestariannya” ungkapnya.

Sayangnya, kata Hayat , air danau ranu klakah makin turun beberapa meter akhir-akhir tahun ini, mungkin penurunan permukaan air ini terjadi karena matinya sejumlah sumber mata air di sekeliling Ranu Klakah. Perlu kesadaran semua pihak agar hutan tetap lestari dan sumber mata air tidak mati.

“Hutan kita memang tak selebat dulu, itu jelas mempengaruhi sumber mata air,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan objek wisata di Kabupaten Lumajang sangat banyak dan beragam, banyak pilihannya mulai pegunungan, laut, danau, sungai serta alamnya nan indah semua ada.

“Lumajang memang kaya pesona, sayangnya anugerah tuhan berbagai kekayaan alam yang ada belum dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerah,” guraunya mengakhiri pembicaraan. Lim

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…