Arek Suroboyo iku Wani Thok!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polling visual
Polling visual

i

85 Persen Responden Menilai KAMI Bermuatan Politik

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Kegiatan perkumpulan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya Senin, (28/09/2020) berhasil dihadang ratusan massa dari arek Suroboyo. Mereka menolak kehadiran KAMI dan salah satu deklaratornya, yakni Gatot Nurmantyo. Bahkan sekelompok arek-arek Suroboyo mencatat bahwa KAMI sebagai gerakan makar serta pengkhianat bangsa dan negara.

Aksi pembubaran itu pun mendapat respon dari mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. Menurut Gatot, mereka yang membubarkan acara KAMI adalah massa bayaran.

Menanggapi hal itu, tim Litbang Surabaya Pagi menggelar polling kepada masyarakat dengan beberapa pertanyaan terkait tanggapan mereka tentang aksi pembubaran deklarasi KAMI oleh Surabaya Adalah Kita yang dianggap massa bayaran. Polling dilakukan tepat pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 17.00 WIB, Selasa (29/09/2020).

Dengan koresponden rentang usia 18 tahun sampai 30 tahun dengan background , pelajar, mahasiswa, pekerja swasta, dan wiraswasta, dengan domilisi tidak hanya di Kota Surabaya tetapi juga di Sidoarjo. Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media sosial,Twitter, Facebook dan Instagram.

Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 82 responden. Hasilnya, diperoleh bahwa 15  responden memilih Iya karena bisa saja aksi pembubaran itu hanya permainan dari lawan dengan menggunakan massa yang dibayar.

Sementara 67 responden memilih Tidak. Karena mereka beranggapan pembubaran itu murni aksi heroisme dari arek Suroboyo.

 

Surabaya, Wani Thok!

Berikut berbagai alasan yang disampaikan oleh masyarakat yang  menyakini bahwa pembubaran KAMI kemaren murni aksi heroisme arek-arek Suroboyo. “Malah massanya (KAMI) adalah massa bayaran. Orang Surabaya adalah orang beretika mereka membubarkan KAMI karena melanggar prokes.” seperti komentar di direct message dari  @LisaRah07320148, Selasa (29/9/2020).

Sementara, Giono, salah satu wiraswasta asal Bulak Rukem Surabaya, menilai, bahwa arek-arek Suroboyo punya prinsip tersendiri. Jadi, Giono menilai, penolakan itu murni gerakan arek-arek Suroboyo.

“Kalau ada yg mau berbuat seperti itu, arek Suroboyo wani tok! Kalau bukan warganya yang menjaga kotanya, siapa lagi? Benteng-benteng penjaga NKRI sedang tumbuh dimana-mana. Dibangun dengan kecintaan negeri oleh semua agama, semua suku dan ras atas nama persatuan Indonesia” katanya.

Sedangkan untuk masyarakat memilih dibayar mereka mereka beranggapan bahwa aksi pembubaran itu menggunakan massa bayaran dan hanya permainan dari lawan. Akun twitter dengan nama pengguna @chalez19 menuliskan “Emang benar massa bayaran. Kalau gak di bayar mana mau di turun ke jalan. Sambil teriak-teriak. Harus tau lo bung, rezim sekarang penuh dengan orang bang**t”. “SEANDAINYA pun benar bayaran, mereka dibayar untuk melakukan HAL YANG BENAR.”- @KibbyJj

 

KAMI, Bermuatan Politik

Tak hanya itu, tim litbang juga mengajukan pertanyaan pada masyarakat tentang bagaimana pendapat mereka tentang kegiatan KAMI dengan sejumlah tokoh politik (lebih tepatnya pensiunan) ini murni kegiatan moral atau hanya ada muatan politiknya. Sebanyak 15% responden mengaku bahwa kegiatan KAMI adalah nurni kegiatan Moral dan 85% mengaku percaya bahwa gerakan yang dilakukan KAMI adalah adanya muatan politik. Berikut respon mereka saat ditanya tentang aksi KAMI kemaren.

“Saiki lek gak politik lapo kok enek seng menganggap pemerintah gak becus?. Hanya orang-orang yang beradu politik yang mengatakan pemerintah gak becus. ” ujar Domikus Priyo saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (29/9/2020).

Budi Setiawan warga manukan berkomentar “Gatot Fitnah Warga Surabaya. Demo kan Dibayar" Padahal Penolakan atas KAMI langgar ProKes ditengah pandemi, masyarakat makin cerdas, Aksi politik KAMI dibungkus aksi moral”, tulisnya.

“KAMI ini gerakan politik. Itu sudah jelas. Digerakkan oleh barisan sakit hati yang tidak punya tempat di negara ini. Orang-orang picik yang tidak senang bangsa ini tenang dan fokus menuju masa depan yg lebih cemerlang” tulis Ketty di kolom instagram.

Salah satu warga Bulak Rukem yang namanya tak mau disebutkan mengatakan  “Mereka sendiri tidak punya moral, karena dimasa pandemi ini, dimana pemerintah sedang sibuk berjibaku supaya virus tidak menyebar luas, kelompok KAMI malah menunggangi situasi utk menyalahkan pemerintah dengan bersembunyi dibalik kata "menyelamatkan" bangsa” katanya.  Ana/litbangSP

Berita Terbaru

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Walikota Madiun nonaktif, Maidi kini memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi mulai men…

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menantu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Suliyati Dwi Safitri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 2…

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

SURABAYAOAGI.com, Sidoarjo - Pagi itu bak pengerajin batik yang sudah profesional para siswa siswi kelas SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serempak menggelar…

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188…

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya menghadirkan…

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperkuat iklim investasi sekaligus memastikan modal yang masuk memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan…