SURABAYAPAGI, Surabaya - Hari Museum Nasional yang jatuh pada 12 Oktober mendapat perhatian khusus oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya dengan mengunjungi salah satu Museum Nasional yang ada di kota Surabaya.
Menurut Fraksi berlogo bunga mawar tersebut, kota Surabaya yang memiliki banyak museum tersebut hanya saja sejak pandemi Covid - 19 membuat museum terpaksa ditutup hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
Oleh sebab itu, Fraksi PSI kemudian mengusulkan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengenalkan beberapa museum yang lain dan memperhatikan museum lainnya.
Dari tinjauan yang dilakukan, Tjutjuk Supariono Sekretaris Fraksi PSI memberikan apresiasi terkait instruksi dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini beserta Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Bu sudah melakukan inovasi-inovasi baik secara protokol kesehatan maupun konten-konten yang ada di dalamnya.
"Untuk beberapa sudut-sudut baru, tadi saya melihat juga ada dan mural juga ada dan patut di apresiasi kinerja dari Bu Risma melalui kadis Bu antiek itu," katanya.
Dari tinjauan yang dilakukan, Tjutjuk Supariono mengungkapkan bila banyak terobosan baru yang nantinya akan membuat kaget masyarakat Kota Surabaya.
"Masyarakat Surabaya pasti akan kaget, didalam tadi saya lihat beberapa inovasi juga macam-macam. Ketika nanti di buka lagi masyarakat juga akan kaget dan pastinya juga akan senang," ungkapnya.
Pada masa new normal seperti saat ini, nantinya para pengunjung akan dibatasi dengan maksimal 35 orang dalam setiap harinya.
"Kemungkinan per - kunjungan 35 orang dengan sistem shift selama satu jam kunjungan lalu akan di semprot dulu lalu kloter berikutnya," jelasnya.
Tjutjuk berharap bila nantinya Museum Tugu Pahlawan dapat dibuka kembali dengan mempertimbangkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
"Saya setuju dibuka tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat. Saya yakin bila nanti akan banyak anak-anak muda yang datang ke museum, karena ada beberapa spot foto yang menarik khususnya untuk berselfie," terangnya.
Tidak hanya itu, ia berharap bila Pemerintah Kota Surabaya juga memperhatikan museum lainnya yang ada di Kota Surabaya.
"Kedepannya Pemkot wajib mengenalkan dan memperhatikan juga museum. Masukan dari Disparta juga Museum yang sepi juga mereka punya terobosan jangan sampai mengikuti perkembangan zaman," pungkasnya. Byt
Editor : Mariana Setiawati