Sungai Penuh Sampah, Machfud Arifin Siap Normalisasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin saat melihat lingkungan kotor dan sungai penuh dengan sampah, Senin (26/10). .SP/Alqomaruddin.
Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin saat melihat lingkungan kotor dan sungai penuh dengan sampah, Senin (26/10). .SP/Alqomaruddin.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Warga Kapas Jaya Kelurahan Kapas Madya Baru puluhan tahun tak memiliki sanitasi jamban atau unit pembuangan air besar, akibatnya kotoran besar langsung terbuang di kali, ironisnya lagi mereka hidup di pinggiran kali yang tak pernah disentuh pembangunan, akibatnya lingkungan kotor pun langsung dirasakan warga. Sungai yang membentang di depan rumah warga sangat tidak terawat. Permukaan air penuh dengan sampah yang menimbulkan bau tak sedap.

Ketua RW VIII Kapas Jaya Gunawan mengatakan, selama ini warga melakukan gotong royong untuk sekedar membangun plengsengan sungai. Permohonan warga agar dapat perhatian pemerintah sama sekali tidak membuahkan hasil. 

"Yang paling dibutuhkan warga saya itu sanitasi jamban untuk pembuangan air besar, sudah saya ajukan berulang kali ke pemkot Surabaya, tapi tidak pernah direspon, begitu pula nasib plengsengan kali, puluhan tahun tidak pernah tersentuh pembangunan," ungkapnya saat bertemu Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin, Senin (26/10).

Gunawan menegaskan, Akibat dari tidak adanya perhatian pemkot pada warga pinggiran surabaya, menjadikan warga satu suara menginginkan perubahan agar warga pinggiran ini bisa merasakan perhatian pemerintah, warga Kelurahan Kapas Madya Baru yakin paslon nomor 2 Machfud-Mujiaman mampu mewujudkan keinginan masyarakat, terutama warga pinggiran yang tidak pernah disentuh pembangunan. 

"Visi-misi pak Machfud-Mujiaman sangat bagus, kawasan kumuh mau diperbaiki, kemiskinan mau dientas, dan akan membuka lapangan pekerjaan," ucapnya.

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin yang melihat langsung kondisi warga mengaku prihatin. Sebagian besar warga Kapas Jaya tidak memiliki sanitasi jamban. Mereka selama ini buang hajat langsung ke sungai yang berada di depan rumahnya.

"Sungai itu harus kita rawat biar bagus, ini masih mending, di Asemrowo terus lagi di Krembangan itu airnya nggak kelihatan, untung pakai masker, kalau nggak baunya luar biasa,” ujarnya.

Alumni SMPN 1 Surabaya ini mengatakan, normalisasi kali menjadi salah satu programnya. Dimana sungai tidak hanya menjadi aliran air, tetapi bisa didesain menjadi tempat rekreasi yang bagus dan memiliki nilai manfaat untuk warga, selain itu lingkungan menjadi lebih bersih dan otomatis warganya lebih sehat. 

"Sepanjang warga punya niatan yang sama, maka sungai bisa jadi tempat wisata, pedagang kaki lima bisa kita tampung, jadi ini bisa menghasilkan PAD, membuka lapangan kerja juga kan," tegasnya.

Arek Ketintang Surabaya ini meminta kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke sungai. Dengan begitu, selain pemerintah punya perhatian, warga juga bisa bekerja sama mendukung program pemerintah. "Saya terpilih urusan sungai ini cepat nanti diatasi," tukasnya.Alq 

Berita Terbaru

Perkuat Ekosistem Kopi Lokal dari Petani-Kedai, Pacitan Gelar Feskop 2026

Perkuat Ekosistem Kopi Lokal dari Petani-Kedai, Pacitan Gelar Feskop 2026

Minggu, 11 Okt 2026 11:37 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 11:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Sebagai upaya dalam memperkuat ekosistem kopi lokal dari petani hingga kedai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menggelar…

Jelang Tahun Baru 2027, Pemkab Kebut Penyelesaian "Frontage Road" Buduran

Jelang Tahun Baru 2027, Pemkab Kebut Penyelesaian "Frontage Road" Buduran

Minggu, 11 Okt 2026 11:33 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Guna mengurai kepadatan lalu lintas dari arah Waru menuju Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, mempercepat…

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Pemkab Bebaskan Pasien Pasung di Situbondo

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Pemkab Bebaskan Pasien Pasung di Situbondo

Minggu, 11 Okt 2026 11:25 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dalam rangka momentum peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, melakukan pembebasan…

Tabrak Belakang Truk hingga Terpental, Dua Bocah di Blitar Meninggal Dunia di TKP

Tabrak Belakang Truk hingga Terpental, Dua Bocah di Blitar Meninggal Dunia di TKP

Minggu, 11 Okt 2026 11:08 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.coml, Blitar - Jumat malam (9 Oktober 2026) sekitar 19.00 warga seputaran jalan umum Desa Gaprang Kec.Kanigoro Kab.Blitar, di kagetkan suara…

Meresahkan Pengendara, Pemkot Surabaya Tindak Tegas Pungli Jalan Romokalisari

Meresahkan Pengendara, Pemkot Surabaya Tindak Tegas Pungli Jalan Romokalisari

Minggu, 11 Okt 2026 10:57 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sejumlah aduan yang membuat resah sejumlah pengendara yang melintas di Jalan Romokalisari Surabaya, kini…

Hasil Uji Lab, Dinkes Pastikan Belum Ditemukan Kasus Super Flu di Situbondo

Hasil Uji Lab, Dinkes Pastikan Belum Ditemukan Kasus Super Flu di Situbondo

Minggu, 11 Okt 2026 10:45 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Berdasarkan hasil uji laboratorium milik pemerintah daerah setempat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, memastikan di…