Tak Ditemui Gubernur, Ribuan Buruh Kecewa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi demo sebagai lanjutan dari demonstrasi pada 8 Oktober 2020 lalu. Tututan yang disuarakan di antaranya, menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja Selasa (27/10/2020). SP/Julian
Aksi demo sebagai lanjutan dari demonstrasi pada 8 Oktober 2020 lalu. Tututan yang disuarakan di antaranya, menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja Selasa (27/10/2020). SP/Julian

i

Minta Pemprov Jatim Tolak RUU Cipta Kerja 

 SURABAYA PAGI, Surabaya – Ribuan buruh yang melakukan aksi demo tolak Omnibus Law, Selasa (27/10/2020) di depan kantor Gubernur Jawa Timur, kecewa berat. Pasalnya, bermaksud untuk ketemu dan menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Akan tetapi, ribuan buruh yang sudah menunggu sejak Selasa siang pukul 14:00 WIB hingga sore petang maghrib, tak kunjung ditemui Gubernur Khofifah. Bahkan massa buruh menilai, Gubernur Khofifah sudah dua kali tak menemui massa buruh yang ingin dukungan terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk menolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law. Meski kecewa, massa akan kembali menduduki Kantor Gubernur pada Senin 2 November 2020 mendatang.

Dari pantauan SURABAYAPAGI.com, salah satu orator massa buruh meminta untuk bertemu dengan Gubernur. Namun, hingga pukul 17:55 WIB, hanya ditemui oleh Sekretaris Daerah Heru Tjahjono dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Himawan Estu Bagijo. Mereka pun sempat menyindir Gubernur Jatim Khofifah lebih memilih acara lain dan acara gowes sepeda.

"Kami hanya meminta ibu gubernur, bukan yang lain. Kalau memang menjadi pemimpin kami, maka keluar dan temui kami. Jangan hanya gowes saja," ujar salah satu orator di atas truk.

Namun, pada saat itu Khofifah sedang tidak berada di kantornya. Ia disebut sedang menghadiri acara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Para buruh sempat menyindir mantan menteri sosial tersebut. Mereka menyebut Khofifah ingin menemui mereka, namun ternyata hanya prank belaka. "Ternyata Bu Gubernur kami bukan seperti Presiden Zimbabwe, beliau mau menerima kami. Tapi prank itu, prank, kita kena prank," ujar orator.

Meski begitu, mereka memilih bubar dengan tertib setelah Pemprov Jatim memenuhi tuntutan mereka untuk menolak UU Omnibus Law.  Rencananya, ribuan buruh sepakat akan melanjutkan aksi pada 2 November mendatang, usai para pimpinan Serikat Pekerja menyampaikan kesepakatan mereka dengan perwakilan Pemerintah Provinsi.

"Saya terima kasih dengan Pemprov Jatim. Dari 38 provinsi, 2 provinsi yaitu Jabar dan Jatim sudah kirim surat ke Presiden RI, untuk penangguhan UU Omnibus Law. Kita support. Kita tunggu, Presiden apakah masih nekat menandatangani UU itu," ujar Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jatim, Ahmad Fauzi di depan Kantor Gubernur Jatim, Selasa (27/10/2020).

Fauzi menegaskan, Pemprov Jatim telah menolak UU Omnibus Law. Ia menyebut, surat penangguhan yang dikirim ke Presiden Jokowi merupakan bentuk penolakan Pemprov Jatim.

"Bahasanya di Jatim lebih sejuk meminta menangguhkan, artinya sama saja di Jatim lebih sejuk sebenarnya menolak. Kalau Jabar kan langsung menolak bahasanya, di sini menangguhkan lebih sejuk," imbuhnya.

Selain itu, Fauzi juga menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan ke Gubernur Jatim terkait penetapan UMK, UMP serta UMSK berdasarkan peraturan perundang-undangan. Bukan berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

"Pertama saya atas nama SPSI dan koordinator buruh se-Jatim, menyatakan dan mengusulkan ke Bu Gubernur untuk penetapan UMK, UMP, UMSK berdasarkan peraturan UU, bukan SE menteri. Yang kedua, saya sebagai ketua dewan unsur pekerja, akan mengusulkan kenaikan UMP dan UMK dan tidak pernah pandang bulu. Bahwa yang kena COVID-19 bukan hanya industri tapi juga pekerja buruh langsung," beber Fauzi.

"Pemerintah karena ada hirarki, sampai kapan pun akan tunduk. Buruh pekerja akan menuntut UU dicabut, kita tunggu Presiden Jokowi apakah masih nekat tandatangani UU Omnibus Law," terangnya.Tyn/An

 

Berita Terbaru

Bupati PKB Peras Staf untuk THR

Bupati PKB Peras Staf untuk THR

Minggu, 15 Mar 2026 20:50 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:50 WIB

Bupati Cilacap Tugaskan Sekda, Cari Dana ke Setiap Perangkat Daerah Sebesar Rp 515 juta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK resmi menahan Bupati Cilacap S…

Bupati "Setor" THR ke Forkopimda, Terjadi Dimana-mana

Bupati "Setor" THR ke Forkopimda, Terjadi Dimana-mana

Minggu, 15 Mar 2026 20:43 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus Bupati Cilacap yang diduga meminta sejumlah uang dari tiap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap dengan "target setoran"…

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas dan Transparan

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas dan Transparan

Minggu, 15 Mar 2026 20:42 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS,…

Aktivis KontraS, Teriak Kesakitan

Aktivis KontraS, Teriak Kesakitan

Minggu, 15 Mar 2026 20:39 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Andrie sontak berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya. Berdasarkan kronologi dari KontraS, Andrie Yunus sedang mengendarai…

Bahlil Gertak Penjual Minyak di Singapura

Bahlil Gertak Penjual Minyak di Singapura

Minggu, 15 Mar 2026 20:37 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:37 WIB

Kini Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kebutuhan BBM menjelang Lebaran 2026 diproyeksikan meningkat signifikan, m…

Puasa di Zaman Alkitab

Puasa di Zaman Alkitab

Minggu, 15 Mar 2026 20:35 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ramadan adalah bulan kesembilan menurut kalender lunar, bulan di mana orang-orang menyatakan puasa di hadapan Tuhan dalam Alkitab…