Sebar Video Tawuran Hoax, Tiga Youtuber Bau Kencur Diciduk

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tiga youtuber muda yang diciduk polisi lantaran upload video tawuran hoax.
Tiga youtuber muda yang diciduk polisi lantaran upload video tawuran hoax.

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Gara-gara ngebet berburu subscribe, tiga youtuber remaja pengunggah video berjudul "Tawuran Antar Geng Cewek Di Bangsal Mojokerto Liar Seperti Binatang" dicokok aparat Polres Mojokerto. Mereka adalah DF perempuan berusia (19) warga asal Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. GF (21) asal Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo dan MS (20) asal Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Ketiga remaja yang terdiri dari satu gadis dan dua laki-laki ini diamankan setelah menyebarkan video yang belum jelas asal usulnya sehingga viral dan berbuntut keresahan warga. 

"Berbekal dari laporan dan keresahan warga, kita akhirnya melakukan penelusuran video tersebut dengan mengerahkan para Babinkabtimas di setiap wilayah dan para camat, namun lokasi yang seperti dalam video belum ditemukan," ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Kamis (29/10) sore.

Ia menyebut, pihaknya gerak cepat melakukan penelusuran dengan mengamankan pemilik akun Facebook yang menggunggah dan menyebarkan video viral berdurasi 1 menit 21 detik tersebut. 

"Kita sudah mendapatkan jawabannya dengan mengamankan pemilik akun Facebook yang pertama kali menyebarkan video," ungkapnya.  Tak hanya pemilik akun Facebook dan pemilik Chanel You Tube, pihaknya juga mengamankan dua remaja berbau kencur asal kota udang Sidoarjo. 

"Peran remaja asal Sidoarjo ini menyebarkan melalui WhatsApp. Jadi salah satu remaja ini melihat Story salah satu temanya dan mengetahui ada perkelahian antar perempuan, kemudian dirinya mendownload video tersebut," terangnya.  Berawal dari situ, lanjut Kapolres, video tersebut kemudian diminta temanya hingga sampai ke tangan pria asal Mojokerto kemudian menguploudnya ke akun YouTube nya dengan judul "Tawuran Antar Gen9 Cewek Di Bangsal Mojokerto Liar Seperti Binatang" Dari hasil pemeriksaan sementara, ketiga remaja ini juga tidak tahu asal muasal video tersebut, namun mereka berdalih mengunggah video itu hanya untuk mendapatkan follower dan juga subscribe di akun media sosial mereka.

"Masing-masing dari mereka ini masih dalam tahapan pemeriksaan, status mereka saat ini sebagai saksi. Dilakukanya pemeriksaan seperti ini untuk pencegahan agar tidak semakin beredar luas," terangnya.

Dari serangkaian penenulusuran yang telah dilakukan di lapangan, pihaknya menganggap video tersebut bukan berada di Kecamatan Bangsal.  "Rekan-rekan di lapangan juga masih melakukan penyelidikan di mana sebenarnya ini terjadi. Namun kami sudah bisa jawab di wilayah Bangsal tidak ada lokasi seperti ini, dan bisa saja di wilayah kecamatan lain di luar dari kabupaten mojokerto,"tegasnya.

Sementara itu, pengunggah video berinisial MS mengakui jika dirinya sengaja menguploud video yang belum jelas muasalnya ke dalam akun You Tube nya dengan dalih menambah jumlah Subscribe kemudian menyebarkan ke media sosial Facebook. 

"Saya mengunggah video kekerasan itu hanya untuk menaikkan subcriber akun you tube, video itu saya dapat dari dua rekan saya kemudian saya edit, terus saya unggah," ucapnya.

Dirinya mengakui, jika tak mengetahui lokasi kejadian dugaan tawuran remaja putri dalam video yang bertuliskan lokasi Bangsal, Mojokerto tersebut. "Dapatnya dari group WA sudah ada tulisan seperti itu. Lokasi ini dimana pastinya saya tidak tahu," ucapnya.

Dirinya dan kedua rekannya melontarkan permohonan maaf kepada masyarakat luas lantaran telah dianggap menyebarkan berita bohong (hoax) di media sosial yang menyebabkan keresahan di masyarakat.

"Saya minta maaf kepada warga Indonesia, khususnya warga Bangsal Mojokerto karena telah menyebarkan video yang belum tahu penjelasannya. Saya dan teman-teman tidak akan mengulangi lagi," imbuhnya sambil menunjukkan surat pernyataan permohonan maaf. dwy

Tag :

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…